Yoh 19:26-27 “Ibu, inilah, anakmu!” dan “Inilah ibumu!”

Moderator, silakan tindak lanjuti ,
telusuri setiap Trit yg saya buat, krn disini Bruce tdk mengerti apa itu Non Trinitarianisme
ybs sembarang menuduh hanya karena tdk bisa menjawab dgn fakta Alkitab spt yg disyaratkatkan FK
alangkah lebih baik kalau moderator juga menjelaskan kpd ybs, spy tdk asal tuduh.
agar hal2 spt ini tdk terjadi lagi dikemudian hari
Thx, GBU

                                               Ibu… 

Ini adalah tulisan yang sangat indah.
Bacalah dengan lambat, cernalah setiap kata dan nikmati lah
Jangan tergesa. Ini adalah harta karun
Bagi yang beruntung masih mempunyai ibu, ini indah
Bagi yang sudah tidak punya, ini lebih indah lagi
Bagi para ibu, kamu akan mencintainya

Sang ibu muda, melangkahkan kakinya di jalan kehidupan.
Apakah jalannya jauh? tanyanya…
Pemandunya menjawab: Ya, dan jalannya berat.
Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini…
Tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya.

Tetapi ibu muda itu sedang bahagia. Ia tidak percaya bahwa akan ada yang lebih baik
dari pada tahun-tahun ini.
Karena itu dia main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga untuk mereka
Sepanjang jalan dan memandikan mereka di aliran sungai yang jernih.
Mata hari bersinar atas mereka… Dan ibu muda itu berseru:
Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini.
Lalu malam tiba bersama badai.
Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan dan ketakutan.
Ibu itu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantelnya.
Anak-anak itu berkata: Ibu, kami tidak takut, karena ibu ada dekat.
Tak ada yang dapat menyakiti kami.

Dan fajar menjelang. Ada bukit menjulang di depan mereka. Anak-anak memanjat dan
menjadi lelah. Ibunya juga lelah. Tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya:
Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai. Demikianlah anak-anak itu memanjat terus.
Saat sampai di puncak, mereka berkata: Ibu, kami tak mungkin melakukannya tanpa ibu.

Dan sang ibu, saat ia berbaring malam hari dan menatap bintang-bintang, berkata:
Hari ini lebih baik dari pada yang lalu. Karena anak-anakku sudah belajar daya tahan
Menghadapi beban hidup. Kemarin malam aku memberi mereka keberanian.
Hari ini saya memberi mereka kekuatan.

Keesokan harinya, ada awan aneh yang menggelapkan bumi.
Awan perang, kebencian dan kejahatan.
Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelap.
Ibunya berkata: Lihat keatas. Arahkan matamu kepada sinar.
Anak-anak menengadah dan melihat diatas awan-awan ada kemuliaan abadi
Yang menuntun mereka melalui kegelapan.
Dan malam harinya ibu itu berkata: Ini hari yang terbaik.
Karena saya sudah memperlihatkan Allah kepada anak-anakku.

Hari berganti minggu, bulan, dan tahun.
Ibu itu menjadi tua, dia kecil dan bungkuk.
Tetapi anak-anaknya tinggi dan kuat dan berjalan dengan gagah berani.
Saat jalannya sulit, mereka membopongnya; karena ia seringan bulu.
Akhirnya mereka sampai ke sebuah bukit. Dan di kejauhan mereka melihat
Sebuah jalan yang bersinar dan pintu gerbang emas terbuka lebar.
Ibu berkata: Saya sudah sampai pada akhir perjalananku.
Dan sekarang saya tahu, akhir ini lebih baik dari pada awalnya.
Karena anak-anakku dapat berjalan sendiri dan
anak-anak mereka ada di belakang mereka.

Dan anak-anaknya menjawab: Ibu selalu akan berjalan bersama kami…
Meski ibu sudah pergi melewati pintu gerbang itu.
Mereka berdiri, melihat ibu mereka berjalan sendiri…
dan pintu gerbang itu menutup sesudah ia lewat.
Dan mereka berkata: Kita tak dapat melihat ibu lagi.
Tetapi dia masih bersama kita.
Ibu seperti ibu kita, lebih dari sekedar kenangan.
Ia senantiasa hadir dan hidup.

Ibumu selalu bersamamu….
Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan di jalan
Ia adalah bau pengharum di kaus kakimu yang baru dicuci
Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit.
Ibumu hidup dalam tawa candamu…
Ia terkristal dalam tiap tetes air mata.
Dia lah tempat engkau datang, dia rumah pertamamu.
Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu
Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu.
Tak ada di dunia yang dapat memisahkan kalian.
Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian!

Teruskan pada semua ibu dan anak-anak yang kau kenal.
Semoga kita tidak pernah melupakan begitu saja ibu kita…
Teruskan juga pada para laki-laki…. Karena mereka juga punya ibu.

Ibu adalah bagaikan malaikat yg Tuhan kirimkan untuk menemaninya pada saat seseorang akan Allah taruh dibumi ini.

Matius 12 : 12:48 Tetapi jawab YESUS kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?" 12:49 Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya (ada yg laki2 dan ada yg perempuan semua yg hadir berstatus Pelajar Firman Tuhan disitu) : "Ini[b] [u]ibu[/u]-Ku[/b] dan saudara-saudara-Ku! 12:50 Sebab [b]siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga[/b], dialah saudara-Ku laki-laki, [b]dialah saudara-Ku perempuan[/b], [b]dialah ibu-Ku[/b]."

Kedua ayat diatas itu BENAR tertulis dalam Alkitab PB , tinggal berpulang pada moment, situasi dan kondisi apa kita akan menggunakannya dengan TEPAT dan BENAR.

Mosok sih Palu digunakan untuk memutar baut dan Serutan Kayu digunakan untuk menjepit paku yg akan dicabut.
Tukang Kayu dari Nazareth PASTI TAHU “How to use !” (Bagaimana cara memakai “nya” semua peralatan Firman Tuhan dalam Alkitab ! Belajarlah dari-Nya yg berkata :" Datanglah hai kamu yg berbeban berat. Belajarlah kepada-Ku . Aku ini lemah lembut !"

Saya sekedar mengingatkan jika kamu mengaku sebagai
murid TUHAN sejati semestinya kamu mendengarkan wasiat terakhir TUHAN kamu ketika di salib SANG FIRMAN HIDUP berkata " INILAH IBUMU" Sehingga tidak layak kamu mengatakan kamu menyangkal Ibunya. dengan demikian kamu tidak mendengarkan WASIAT YESUS menjelang akhir hayat-Nya di Salib untuk dosa2 kita.

Itu adalah pesan terakhir YESUS sebelum wafat, apakah kita mau mengatakan bahwa YESUS sekedar basa-basi? Suatu hal yang sangat tidaklah wajar, seorang yang sedang meregang nyawa, masih mempersoalkan hal2 tersebut? Tapi bagi Tuhan tidak!!! Dengan sangat sadar, Dia menyerahkan murid2nya dalam perlindungan ibu-Nya dan ibuNya kepada murid-muridNya, yang merupakan pula simbol bagi peneguhan Tuhan, bahwa Maria adalah Bunda Manusia, termasuk Bunda bagi kaum protestan atau kaum lain yang menolaknya

Salam

saya hanya membandingkan dgn ayat2 lain,
dan tdk sembarangan menyimpulkan spt anda, lihat lagi Reply saya.
GBU Bro.

Cuma mau nanya dikit Bro…terus enyak gue’ yg melahirkan dan menyusui gue’ mau dikemanain ya ? Apakah ia bukan Ibu-ku ?

apakah jawaba saya terhapus, ini saya copy kan lagi:

atau ada Reply yg lain yg juga terhapus? mention saja, nanti saya copy :slight_smile:
GBU Bro

Adakah tulisan saya mengajak seluruh pengikut KRISTUS menyangkal Ibunya, termasuk kamu? saya hanya mengajak anda menerima wasiat YESUS untuk menerima Maria sebagai Ibu disamping ibu yang telah melahirkan kalian. Jika kalian bisa meminta Ibu kandung di dunia untuk mendoakan kalian, kenapa tidak anda meminta doa kepada Ibu yang di sorga ( Maria Bunda YESUS) untuk mendoakan kalian?

Salam

Masih ngga ngerti juga ya?
Jawaban anda itu jauh dari sekedar layak, bro.

Jadi mana bukti anda, bahwa ibu yang dimaksud di ayat 2Yohanes 1:1 itu bukan Maria?

Silahkan.

Saya mengajak kawan2 Protestan dalam memahami peran ke Ibu-an Maria dengan membaca threat ini: ‘Inilah ibumu’ ( Maria bukan sekedar baby sitter YESUS)

tenang Bro, satu2 dulu ya
pasti kesana kok
GBU

sederhana saja.
krn ibu gw bukan beranama Maria, maka gw tdk mau menganggap Maria adlh ibu gw. amen??

Yang aye’ tahu sih…doa buat sesama manusia namanya Doa Syafaat.…nah doa syafaat yg kek gitu mah gak punya Kuasa buat “menyelamatkan seseorang”…semisal Doa Shalawat Nabinya Umat Muslim buat Nabi Junjungannya …hanya Darah Anak Domba Allah yg bisa membuat seseorang LAYAK dan PANTAS untuk diterima masuk ke Rumah Bapa di Sorga.

Nah aye’ sih cuma bingung aja sih…kata Anak Domba Allah itu…“Akulah JALAN, KEBENARAN dan HIDUP. Tidak seorangpun sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku !”

Emangnya ADA dan DIPERLUKAN ya, doa orang2 yg sudah “ISTIRAHAT” didunia Alam Kubur itu ? Bukankah mereka SUDAH ISTIRAHAT PENUH…mosok masih kita gangguin di suruh2 ngedoain kita segala ? Nabi Henoch , Elia dan Musa aja yg belum mengalami kematian dan sekarang hidup di Sorga …gak pernah ada ayat dalam PL/PB yg meminta mereka KUDU nge DOA in kita2 yg masih ada didunia ini…

Lukas 16 :
27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia (Lazarus yg ada di Sorga dalam perupamaan tsb ) ke rumah ayahku,
28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nab (kita Taurta dan Kitab Para Nabi)i; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

Kiranya Perumpamaan diatas bisa “menyadarkan kita” agar dengan BIJAK menggunakan kata IBU yg disandangkan pada Bunda Maria dalam 2 Kitab pada peristiwa yg berbeda itu…!
Apakah anda termasuk manusia yg meminta Ibu Anda yg sudah tenang di Alam Kuburnya buat ngurusin repot2 anda yg masih Hidup didunia ini ? Ibu kita itu sih cuma nasehat2, dan wejangan2 saat beliau masih hidup yg PATUT kita kenang, bukan nya dijadikan Juru Kunci / Kuncen kuburan atuh ! Biarkan beliau dengan tenang di tempatnya saat ini ! Begitu juga dengan Bunda Maria…!

Iye’ bener sih kata abang…gw tdk mau menganggap Maria adlh ibu gw…yang diributin disini sih peran Bunda Maria sebagai Perantara Lain dari Perantara Tunggal yg diakui Alkitab…Kata Rasul Paulus…“Karena Allah kita esa adanya maka esa jugalah (alias gak boleh ada perantara lain) perantara kita itu !”…Entu die’ Bang yg lagi di Silat Lidah in Para Pendekar di Arena Tarung disini tuh !

@bruce dan pa_ul: tolong berhenti saling menyerang pribadi.
Postingan Anda berdua yang keluar topik sudah saya hapus.

@pa_ul: harap konfirmasi apakah Anda Nontrinitarian atau bukan, silakan PM saya. Terima kasih sebelumnya :slight_smile:

Salam

OK Bro Kahlil_Gibson,
sdh saya lakukan
Thx, GBU

Yg mnarik dr Yoh 19:26-27,

Di ayat 27 nya : "kemudian kata-Nya kepada murid2-Nya; “inilah ibumu!” DAN SEJAK SAAT ITU MURID ITU MENERIMA DIA DI DALAM RUMAHNYA.

Apakah kondisi sbelumnya, sang ibu itu tak terlalu diterima dirumah murid itu…?? {Suatu pertanyaan bukan pernyataan}

Saya rasa ini terlihat terlalu dipaksakan,

Alasannya: tidak ada KATA ATAU KALIMAT PENYANDANG YG LAIN MENDUKUNG MENJADI BUNDA SELURUH UMAT…

Dngn menyebut woman, belum cukup menjadi alasan sehingga mampu menerangkan bahwa itu menjadi rujukan yg bisa dikatakan bunda seluruh umat beriman.

Karna woman juga bs menjelaskan gender saja…

Jika dikatakan tanpa nama, saya rasa tidak juga…

Sbab Yohannes menyebut nama, Maria, juga maria magdalena istri klopas diayat 25…

Dalam perkataan nya langsung memang tidak menyebut nama I Maria, tp bukan suatu alasan yg bs menjadi rujukan bunda seluruh umat beriman…

“Inilah ibumu”, ibu dari muridNya, bukan menjelaskan bunda dari seluruh umat beriman…

Bgaimana kalau dirujuk dngn ayat 27? Kalau sbelumnya maria tidak terlalu diterima di rumah muridNya?

Stuju

Yg jadi pertanyaan, apa maknanya bila bunda maria menjadi bunda dari seluruh umat beriman??

Ada ayat nya juga, Kristus lepas dari pengawasan Maria, seolah trlantar,

Saya sangat hormat dengan bunda MARIA…
Smua kristiani hormat dengan BUNDA MARIA, karena dia perawan suci yg dipilih ALLAH utk melahirkan YESUS…

TP jg bukan dengan alasan ini menjadi disimpulkan bunda dari seluruh umat…

Maaf saya bukan punya nafsu utk menyalahkan… Mungkin lebih mengarah bertanya…

Yg mnarik dr Yoh 19:26-27,

Di ayat 27 nya : "kemudian kata-Nya kepada murid2-Nya; “inilah ibumu!” DAN SEJAK SAAT ITU MURID ITU MENERIMA DIA DI DALAM RUMAHNYA.

Apakah kondisi sbelumnya, sang ibu itu tak terlalu diterima dirumah murid itu…?? {Suatu pertanyaan bukan pernyataan}

Seelumnya, sang Ibu tinggal bersama sang Putera, dong bro. Dan ketika Sang Putera tewas di salib, maka sang ibu diserahkan kepada sang murid, dan tinggal di rumah sang murid. Begitu pengertiannya.

Syalom

Nah ITU TAHU dan PINTAR kok…semuanya itu digunakan saat Sang Ibu didunia, lha rumahnya sang murid itu kan didunia lho !..gak ada urusan ama kait2annya saat sang Ibu ada di Alam Kubur atau di Sorga nanti ?

Yang melarikannya sampai jadi urusan ke achirat segala, itu yg bikin RUNYAM masalahnya !
Katanya …itu sih “Ajaran Manusia yg KUDU di HAFAL kan!” :mad0261: :coolsmiley:

Ngomong apa sih kamu ini?
Siapa yang mereply ke kamu?

:mad0261: