Yoh. 19:30 Kol.1:24 Apakah arti kedua kata tersebut?

Yoh. 19:30 mengatakan “sudah selesai” tapi dalam Kol.1:24 me¬ngatakan, “…apa yang kurang dari penderitaan Kristus.” Apakah arti kedua kata tersebut?

Kalau dibaca sepintas memang kedua ayat ini saling berlawanan, tetapi jika dibaca dengan teliti, tahulah kita akan perbedaannya.

"sudah selesai" mengacu kepada telah terhukumnya Tuhan di atas salib, yaitu mengacu kepada Tuhan telah menerima sengsara dari tangan Allah di atas salib.

"Penderitaan" atau "kepahitan" mengacu kepada penderitaan yang berasal dari tangan manusia. Tak seorangpun yang bisa ambil bagian dalam kesengsaraan yang diterima Tuhan dari tangan Allah, itu adalah yang dirampungkan Tuhan seorang diri. Tetapi bersamaan dengan itu, penderitaan yang diterima Tuhan dari tangan manusia masih kurang, dan itu harus dipenuhi pleh setiap orang Kristen.

Karya penebusan memang sudah rampung. Akan tetapi kebanyakan orang Kristen tidak nampak hal ini dengan jelas. Mereka seolah mengira perbuatannya baik maka ia lebih layak naik ke sorga, dan boleh tanpa gentar ketika naik ke surga, bila nerbuatannya tidak baik, dia seolah harus naik surga dengan merangkak. Padahal kenyataannya tidak begitu. Andai kata si penyamun yang disalibkan itu untung tidak begitu, dan dapat turun dari salib, bahkan bisa hidup lagi beberapa puluh tahun, dan dalam puluhan tahun dia bisa bekerja sebanyak sepuluh Paulus, kasihnya lebih dalam dari pada sepuluh Yohanes, orang yang ia selamatkan lebih banyak daripada yang diselamatkan oleh sepuluh Petrus, apakah ketika naik ke sorga pada saat ini lebih layak daripada ketika di disalibkan, atau sama saja? Setiap orang yang mengenal kasih karunia Allah akan berkata bahwa ia tidak lebih layak barang sedikitpun. Sebab kelayakan kita untuk naik ke sorga sama sekali adalah dirampungkan oleh Tuhan. Orang yang percaya tidak ada satu pun yang tidak layak masuk ke sorga, pun tidak ada satu pun yang lebih layak masuk ke sorga. Karya penebusan telah dirampungkan oleh Kristus, tak dapat Anda tambah dengan apa-apa lagi. Sekalipun Anda bisa menjadi seorang yang disebut orang suci oleh orang dunia, kelayakan Anda untuk masuk ke sorga tetap bersandar pada kasih karunia yang telah di "selesai" kan Kristus kali itu.

Jangan kita salah paham, mengira kaum imani boleh berbuat dosa, sekali-kali tidak! Jika seorang kaum imani yang telah diselamatkan tidak mempunyai perbuatan yang baik, walau ia tidak karena itu tidak dapat masuk ke sorga, namun ia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan. Perbuatan kita tidak bisa merubah kelayakan kita untuk masuk ke sorga, bah¬kah Allah pun tidak dapat merubahnya. Sebab Tuhan Yesus telah disalibkan justru berarti kita telah menerima hukuman dan berarti kita telah mati. Allah tidak dapat tidak adil. Allah di dalam Kristus telah menerima kematianNya sebagai kematian kita, maka Allah tak dapat menghukum kita lagi. Sudah selesai, sama sekali tak dapat diubah. Akan tetapi bila kita berbuat dosa, kita akan diusir dari kerajaan, yaitu a¬kan berada di luar kemuliaan kerajaan.

Dalam surat Roma ada dua ayat yang khusus mengatakan tentang kemuliaan Allah: -“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah ke hilngan kemuliaan Allah" (3:23) - "Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah." (5:2). Kehilangan kemuliaan Allah itu dikarenakan dosa; sedangkan bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah itu dikarenakan darah. Darah tidak saja mencukupi apa yang te¬lah kehilangan oleh dosa bahkan lebih banyak lagi. Karena kematian Kristuslah maka kita baru dapat bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

Pada aspek penebusan memang Kristus sudah selesai, tetapi pada aspek penderitaan Ia masih kurang. Kristus telah merampungkan penebusan, tetapi apakah apa yang Ia rampungkan itu sudah diketahui oleh manusia? Mungkin banyak orang masih tidak tahu. Karenanya kita wajib memberi tahu apa yang telah dirampungkan Kristus itu kepada orang. Kristus hanya memberitakan Injil kepada orang-orang yang berkontak langsung denganNya, yaitu hanya terbatas pada orang-orang di zamanNya itu, penderitaan yang dideritaNya masih kurang, maka hari ini kitalah yang berkewajiban memberitakan. Dan ketika kita memberitakannya tentu akan menderita juga. Satu kali berkhotbah atau membagikan selembar traktat, tentu meraasa sulit, tetapi itu adalah pnderitaan yang harus kita terima. Yang dirampungkan Kristus adalah karya penebusan, sedangkan untuk memberitakan karya penebusan ini masih ada kekurangannya, karenanya kita wajib memberitakannya.