Yohanes 19:30 - "tetelestai"

diambil dari http://www.sarapanpagi.org/tetelestai-lost-in-translation-vt3282.html#p18276


Tetelestai, Lost in Translation

Tetelestai”, Ada yang mengucapkan kata ini saat mengetahui orang yang ia sukai memilih orang lain. Baginya, tetelestai berarti pupuslah harapan. Ada yang mengucapkannya karena barusan putus dengan seseorang. Baginya, tetelestai berarti “kita putus.” Ada yang teringat kata ini saat melihat orang tuanya sakit keras. Baginya, tetelestai berarti sekarat.
Tetelestai, ada yang begitu sering mendengarnya. Baginya, tetelestai tidak memiliki makna selain “sudah selesai.”


Pelukis tua abad pertengahan memandangi lukisannya dengan penuh ketelitian, setengah mengaguminya. Tidak ada lagi yang perlu ia tambahkan, semuanya tampak sempurna. Tidak satupun goresan yang tidak berada pada tempatnya. Lukisannya telah selesai, tidak akan ada perbaikan.

Tetelestai,” gumamnya penuh kemenangan.

Lebih dari satu milenium sebelumnya, seorang pematung Yunani tidak akan mengucapkan kata ini walaupun patungnya tampak sempurna. Patung tanpa bagian yang perlu dipahatkan lagi. Ia baru berani mengatakan karyanya tetelestai hanya bila yakin itu tidak akan menjadi onggokan sampah. Tetelestai ia ucapkan bila yakin karyanya memiliki pengaruh di masa yang akan datang. Kata ini hanya cocok untuk sebuah karya yang bukan hanya sekedar sudah jadi.

Gutzon Borglum tidak pernah memiliki kesempatan mengucapkan “tetelestai” saat memandangi keempat kepala presiden Amerika Serikat di Gunung Rushmore. Ia mati sebelum menyelesaikan karyanya, putra yang melanjutkan karyanya juga harus menyerah karena kehabisan uang. Sampai sekarang, walaupun jutaan orang sudah mengunjungi gunung itu, itu tetap menjadi karya seni yang tidak pernah diselesaikan. Hanya seniman yang benar-benarnya menyelesaikan karyanya secara sempurna yang boleh berkata “Tetelestai.”

Kata Yunani τετελεσται – tetelestai ini berasal dari kata kerja τελεω – teleô, artinya “mencapai tujuan akhir, menyelesaikan, menjadi sempurna.” Kata ini menyatakan keberhasilan akhir dari sebuah tindakan. Anda berkata tetelestai saat menginjakkan kaki di puncak Everest, atau memegang copy akhir skripsi Anda. Tetelestai juga boleh Anda gumamkan saat membayar angsuran terakhir kredit laptop, seperti yang dilakukan oleh orang di zaman Perjanjian Baru. Dari penemuan arkeologis, kata ini tertulis dalam dokumen bisnis atau nota yang menunjukkan utang yang telah dibayar. Orang Yunani menulis tetelestai di kuitansi pembayaran sama seperti tukang kredit zaman sekarang menulis lunas di surat utang pelanggannya.

Kata inilah yang YESUS ucapkan saat menyerahkan nyawa-Nya. “Tetelestai–It is finished–Sudah selesai.” (Yohanes 19:30). Satu kata yang menyimpulkan kehidupan dan kematian YESUS. Satu kata yang merupakan pernyataan tunggal paling penting dalam keseluruhan Alkitab:

* Yohanes 19:30
LAI TB, Sesudah YESUS meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: ‘Sudah selesai.’ Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
KJV, When JESUS therefore had received the vinegar, he said, It is finished: and he bowed his head, and gave up the ghost.
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, Therefore, when Rebbe, Melech HaMoshiach received the vinegar, he said, Nishlam! and having bowed his rosh, Rebbe, Melech HaMoshiach gave up his neshamah.
TR, οτε ουν ελαβεν το οξος ο ιησους ειπεν τετελεσται και κλινας την κεφαλην παρεδωκεν το πνευμα
Translit Interlinear, hote {sesudah} oun {oleh karena itu} elaben {Dia menerima} to oxos {anggur asam} ho iêsous {YESUS} eipen {Dia berkata} tetelestai {verb – perfect passive indicative - third person singular, (sudah) selesai} kai {dan} klinas {menunduk} tên kephalên {kepala} paredôken {Dia menyerahkan} to pneuma {Roh}

Dalam bahasa Yunani, itu hanya satu kata. Hanya saja dalam bahasa ini, subyek kalimat sudah ada di dalam kata kerjanya. Jadi, sebuah kata kerja sudah bisa dikatakan membentuk sebuah kalimat. Bukan hanya itu, awalan atau akhiran kata kerja menentukan tenses-nya. Ada proses panjang yang membuat kata teleô menjadi tetelestai. Orang yang belajar bahasa Yunani pasti tahu, kata te di depan merupakan pengulangan kata te dalam teleô, artinya ini perfect tense Yunani. Akhiran “(s)tai” itu menandai subyek kalimat, orang ketiga tunggal.

Perkataan dari 7 perkataan salib " τετελεσται; – tetelestai" (sudah selesai) yang menggunakan bentuk kata perfect yang berarti penebusan telah dilaksanakan, sekali untuk selamanya, efeknya terasa hingga kini. Lalu para penerjemah sepakat menerjemahkannya sebagai “It is finished”. Orang Indonesia menerjemahkannya “sudah selesai”. Orang yang tahu bahasa Inggris bukan hanya sekedar “cukup untuk meminta api”, pasti tahu “It is finished” merupakan bentuk present tense (“it” was finished at the current time). Ia mungkin bertanya-tanya karena bahasa aslinya berbentuk perfect tense Yunani. Jawabannya sederhana. Ini terjadi karena para penerjemah tahu, tidak ada padanan perfect tense Yunani dalam tenses bahasa Inggris. Mereka hanya tahu, perfect tense Yunani memiliki hubungan dengan masa kini, jadi mereka terjemahkan menjadi bentuk present bahasa Inggris.
Inilah masalahnya, tidak adanya padanan ini membuat kata tetelestai mengalami apa yang disebut Lost in Translation. Versi Inggris hanya menerjemahkannya “It is finished–Telah selesai.”

Kekuatan kata ini hilang dalam proses penerjemahannya.

Dalam tata bahasa Yunani, kata ini mengimplikasikan sesuatu yang telah selesai, telah dilengkapi, disempurnakan, diselesaikan. Tetapi ini bukan hanya sekedar selesai, dampaknya akan terasa untuk masa-masa selanjutnya. Kalau mau hanya sekedar berkata sudah selesai, YESUS akan menggunakan kata tenses lain, “eteluson” yang juga berarti sudah selesai. Selesai dalam arti benar-benar selesai hanya sampai disitu.
Tetelestai ini lebih menekankan apa yang YESUS maksudkan. Perfect tense Yunani menggambarkan kegiatan yang telah sepenuhnya selesai namun memiliki konsekuansi sepenuhnya di masa selanjutnya. Ini berbicara tentang aksi yang telah selesai di masa lalu dengan hasilnya yang tetap berlanjut di masa sekarang.

Memang sulit memahami hal ini dalam bahasa Indonesia, mengingat bahasa Indonesia hampir bisa dikatakan tidak mengenal sistem tenses. Bagi kita, saya ‘makan’ tetap berbentuk ‘makan’ walaupun itu terjadi tahun lalu, sekarang ataupun besok. Orang yang bisa bahasa Inggris bukan hanya “sekedar untuk minta api”, akan tersenyum simpul mendengar kita berkata, “I am eating yesterday.”
Jadi, ketika YESUS berkata, “Tetelestai–Sudah selesai,” artinya, “Sudah selesai di masa lalu, sudah selesai di masa sekarang dan akan tetap selesai sampai di masa yang akan datang.” Ia tidak berteriak, “eteluson,” yang juga berarti sudah selesai.

Ia berteriak, “Tetelestai.”
Itu sebuah teriakan kemenangan!


Sumber:
Mounce, William D., “Basic of Biblical Greek”, Grand Rapids, Michigan: Zondervan Publishing House
Dari http://www.sabdaspace.org/tetelestai_lost_translation / anakpatirsa – 23 Feb, 2009

hmmm saya menangkap maksudnya artikel SP ini

intinya

Jadi, ketika YESUS berkata, “Tetelestai–Sudah selesai,” artinya,

"Sudah selesai di masa lalu,

sudah selesai di masa sekarang

akan tetap selesai sampai di masa yang akan datang."

betul2.

bsesuatu yang lama / sesuatu yang pertama itu sudah selesai
oleh matiNYA YESUS
baik masa lalu, sekarang, ataupun di masa yg akan datang

AJAIB SEKALI !
harus saya akui juga memang kata yg indah

menjadikan yg lama / yg pertama sudah tua dan usang :slight_smile:
artikel diatas bearti cocok dan selaras , sepikir, dengan Ibrani 8.

selain itu harus saya akui memang tidak ada padanan di bahasa indonesia dan inggris yg bisa menyamai

kata “Selesai” namun dalam bentuk PERFECT TENSE

yeah !
memang PERFECT sesusai Tuhan YESUS
hahaha :slight_smile:

Ia berteriak, “Tetelestai.”
Itu sebuah teriakan kemenangan!

sebuah kemenangan atas sesuatu yg mengikat umatnya

Dari ikatan apa nih bro repento? …^0^

Salam

silahkan tafsirkan sesuai hati nurani masing-masing :slight_smile:

Kalau ikatan dari kuk/beban orang Farisi dan ahli Taurat sih iya…^0^
Soalnya kuk/beban yang mereka berikan tidak membawa orang2 Yahudi pada kebenaran dan keselamatan…^-^

Salam

ya pokoknya masuk dan sesuai hati nurani andalah bro :slight_smile:

salah satunya mungkin
merdeka dari tuduhan PERAMPOK yg dilontarkan pendeta :slight_smile:

Yang menuduh pendetanya repento? :monkeys55:

dan yang menuduh : pendeta itu merampok jemaatnya

pada awal baru percaya YESUS
dulu saya itu pindah2 gereja . ada 4 gereja yg rutin saya datangi bergantian

dan

akhirnya memutuskan
“berjemaat tetap” pada 1 gereja dan tidak pindah-pindah gereja lagi :slight_smile:

tuduhan dari salah satu pendeta waktu saya masih pindah-pindah gereja

hahahah :slight_smile:

lebih parahnya pada waktu itu

salah satu jemaat yg dituduh Perampok merasakan bahwa dirinya benar-benar adalah perampok.

padahal perasaan belum pernah melakukan perampokan barang orang lain semenjak percaya YESUS :slight_smile:
tapi
kenapa salah satu jemaat ini kok bisa merasa dirinya benar-benar perampok ?

dikarenakan

salah satu jemaat ini tidak memberi upeti,pajak PPH,PPN kepada pendeta persepuluhan menurut Kitab Taurat Maleaki 3:10

tanpa mengecek dan melakukan riset pada kitab Maleakhi 3:10 lebih dahulu
salah satu jemaat ini mengalami kebingungan yg memprihatinkan

benarkah saya tidak diberkati jika tidak melakukan Persepuluhan Maleaki 3:10 ?

benarkah harta lahiriah saya akan dikuras habis bis oleh belalang pelahap
jika tidak melakukan Persepuluhan Maleaki 3:10 ?

sebaliknya

sudah benarkah bila saya melakukan Persepuluhan Maleaki 3:10 maka
LANGSUNG TINGKAP LANGIT DIBUKA

sehabis melakukan upeti maleaki 3:10 salah satu jemaat ini melihat pergi ke arah jalan raya, dan melihat ke atas langit
apakah LANGIT AKAN TERBUKA ?
setelah diperhatikan beberapa menit… LANGIT tidak terbuka juga :smiley:

salah satu jemaat ini mengalami dilema… jadi
bagaimana , tentang apa, persoalan yg maksud oleh Kitab Taurat Maleaki 3:10 itu ?

puji TUhan beberapa hari ini melalui artikel2 dari Sarapan Pagi

LANGIT benar-benar terbuka sungguhan. hahaha :slight_smile:

YESUS berkata : “tetelestai”

Amin Tuhanku

itu salah satunya adalah teriakan kemenangan atas tuduhan perampok
yg sangat berarti bagi Salah satu umat-MU

haleluya

Hehe,masalah perpuluhan ada jg disini,saya kira di treat satu lagi udh “eteluson”.

oh iya. OOT ding

mohon dimaafkan

Kelihatan deh, gerejanya bro Repento sering pakai Maleakhi 3:10…^0^

http://www.golgothaministry.org/maleakhi/maleakhi-3_6-12.htm

Ini penjelasan mengenai Maleakhi 3:10…^-^

Salam

bukan . anda salah menangkap cerita saya bro :slight_smile:

pada waktu dulu masih pindah-pindah gereja.

ada pendeta yg menuduh PERAMPOK dengan Maleaki 3:10

semoga jelas dan tidak disalah dipahami lagi :open_mouth:

Yah harus dikoreksi itu, bahkan di gereja yang dulu saya tinggalkan, komunitas jemaat di sana selalu minta2 berkat materi melulu dalam ibadah dan juga tiap harinya. Padahal gak tahu bahwa Tuhan memberi kecukupan materi bukan kelimpahan materi, berkenan pada doa orang yang tahu diri bukan yang beriman “minta-minta”.

Salam

Bro Repento, maukah membuka thread untuk mengapa ada orang Kristen yang kaya materi dan orang Kristen yang miskin materi. Soalnya ada doktrin teologi kemakmuran yang mengatakan hal tersebut karena orang yang miskin itu tandanya “tidak diberkati”…^-^

Salam

tentu saya sangat setuju sekali bro santo.
akan saya carikan referensi dahulu

menurut teologi kemakmuran

  • miskin = tidak diberkati Tuhan . kurang doa
  • banyak masalah = banyak dosa
    kan belum tentu. masih bisa ya bisa tidak.

ajaran teologi kemakmuran ini paling berbahaya saat ini.

terus terang salah satu ancaman terbesar gereja di Indonesia saat ini adalah dari dalam gereja sendiri yaitu doktrin teologi kemakmuran.

Yah, ditunggu referensinya. Padahal mereka gak tahu bahwa orang kaya susah masuk surga, jadi ajaran teologi kemakmuran bukankah menyebabkan orang percaya menjadi “susah masuk surga” ?

Salam

O… mungkin ada kepahitan,dan samapi sekarang masih sering pindah pindah gereja gituh??