Yohanes 19:30 - "tetelestai"

yang disebutkan di maleakhi : menipu Tuhan dengan perpuluhan dan persembahan lainnya?
kalau merampok apa ada ya di alkitab…
kalau orang tidak pernah berkorban, itu seolah2 menipu Tuhan dengan mengingkari bahwa berkat yg dia terima bukan dari Tuhan…

Ada, mari kita cek ayatnya :

* Maleakhi 3:8-9
3:8 LAI TB (1974), Bolehkah manusia menipu Allah ? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
MILT (Modified Indonesian Literal Translation, 2008), "Dapatkah manusia merampok Allah? Namun kamu telah merampok Aku. Tetapi kamu mengatakan: Dengan cara bagaimanakah kami telah merampok Engkau? Dalam hal persepuluhan dan persembahan hunjukan.
KJV, Will a man rob God? Yet ye have robbed me. But ye say, Wherein have we robbed thee? In tithes and offerings.
Hebrew,
הֲיִקְבַּע אָדָם אֱלֹהִים כִּי אַתֶּם קֹבְעִים אֹתִי וַאֲמַרְתֶּם בַּמֶּה קְבַעֲנוּךָ הַמַּעֲשֵׂר וְהַתְּרוּמָה׃
Translit, HAYIQBA {dia merampok} 'ADAM {manusia} 'ELOHIM {kepada Allah} KI {bahwa} 'ATEM {kalian} QOVE’IM {yang merampok} 'OTI {Aku} VA’AMARTEM {dan kalian berkata} BAMEH {dalam hal apa} KEVA’ANUKHA {kami merampok Engkau} HAMA’ASER {yaitu persepuluhan} VEHATRUMAH {dan persembahan khusus}

3:9 LAI TB (1974), Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa
MILT (Modified Indonesian Literal Translation, 2008), Kamulah yang terkutuk oleh suatu kutuk, karena kamu merampok Aku, hai seluruh umat!
KJV, Ye are cursed with a curse: for ye have robbed me, even this whole nation.
Hebrew,
בַּמְּאֵרָה אַתֶּם נֵאָרִים וְאֹתִי אַתֶּם קֹבְעִים הַגֹּוי כֻּלֹּו׃
Translit, BAME’ERAH {di dalam kutuk} 'ATEM {kalian} NE’ARIM {dengan kutukan} VE’OTI {dan aku} 'ATEM {kalian} QOVE’IM {yang merampok} HAGOY{bangsa} KULO {seluruhnya}

Maleakhi 3:8 menulis Persepuluhan yang “ditipu” dalam bahasa asli berarti merampok, berasal dari kata קָבַע - QAVA atau QABA, to rob, lihat di http://www.blueletterbible.org/lang/lexicon/Lexicon.cfm?Strongs=H6906

Jadi, memang QAVA atau QABA artinya merampok. Bandingkan versi KJV dengan tepat menggunakan kata “rob” (merampok). Kata QAVA atau QABA dalam ayat yang lain diterjemahkan dengan “mengambil” dan “merampas” :

* Amsal 22:23
LAI TB (1974), Sebab TUHAN membela perkara mereka, dan mengambil nyawa orang yang merampasi mereka.
MILT (Modified Indonesian Literal Translation, 2008), Sebab TUHAN akan membela perkara mereka dan akan merampas jiwa mereka yang merampas.
KJV, For the LORD will plead their cause, and spoil the soul of those that spoiled them.
Hebrew,
כִּי־יְהוָה יָרִיב רִיבָם וְקָבַע אֶת־קֹבְעֵיהֶם נָפֶשׁ׃
Translit, KI-YEHOVAH YARIV RIVAM VEQAVA 'ET-QOVEYHEM NAFESY

Sebaiknya Maleakhi 3:8-10 dibaca secara konteks dari pasal sebelumnya dan sesudahnya, supaya jangan dijadikan elgitimasi para pendeta untuk mempergunakan ayat2 tersebut untuk “menipu” jemaatnya, sebab ayat2 tersebut secara konteks tidak hanya menegur jemaat tetapi justru lebih ditujukan kepada yang sedang berkhotbah (orang2 yang berposisi sebagai imam) :

* Maleakhi 3:8-10
3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

3:10 LAI TB, Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, Firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
KJV, Bring ye all the tithes into the storehouse, that there may be meat in mine house, and prove me now herewith, saith the LORD of hosts, if I will not open you the windows of heaven, and pour you out a blessing, that there shall not be room enough to receive it.
Hebrew,
הָבִיאוּ אֶת־כָּל־הַמַּעֲשֵׂר אֶל־בֵּית הָאֹוצָר וִיהִי טֶרֶף בְּבֵיתִי וּבְחָנוּנִי נָא בָּזֹאת אָמַר יְהוָה צְבָאֹות אִם־לֹא אֶפְתַּח לָכֶם אֵת אֲרֻבֹּות הַשָּׁמַיִם וַהֲרִיקֹתִי לָכֶם בְּרָכָה עַד־בְּלִי־דָי׃
Translit, HAVI’U ‘ET-KAL-HAMA’ASER 'EL-BEYT HA’OTSAR (ke rumah perbendaharaan) VIHI TEREF BEVEYTI UVEKHANUNI NA’ BAZO’T 'AMAR YEHOVAH (dibaca: 'Adonay) TSEVA’OT ‘IM-LO’ 'EFTAKH LAKHEM 'ET 'ARUBOT HASYAMAYIM VAHARIQOTI LAKHEM BERAKHAH 'AD-BELI-DAY

Kitab Maleakhi ditujukan pada umat Israel (Maleakhi 1:1;3:6) yang telah mencemarkan korban dan para imam menghina Tuhan, itulah sebabnya Tuhan tidak senang dalam menerima persembahan mereka (1:10).

Pasal-2 menunjukkan murka Tuhan kepada para imam yang nota bene menerima korban dan persembahan termasuk persepuluhan, sebab sekalipun tugas mereka menjadi perantara Firman Tuhan ternyata mereka menyimpang (2:7-8).

Kitab Maleakhi juga menyalahkan umat Israel karena kawin campur dengan bangsa lain, jadi sifatnya ibadat lahir (2:10-16) dan mereka akan dihukum, namun tujuan Tuhan adalah untuk menyucikan umat Israel lahiriah agar mereka menjadi orang-orang yang tidak menyalah gunakan kurban dan persembahan melainkan melayani Tuhan.

Jadi, kita melihat antara lain penyalahgunaan persepuluhan oleh para imam sehingga para orang upahan, janda dan yatim piatu, dan orang asing menjadi tertindas, padahal maksud persepuluhan antara lain adalah untuk memberi mereka kesejahteraan.

Karena itulah Pasal-3 mengingatkan kembali mereka agar persepuluhan tidak disalahgunakan, karena itu berarti menipu/ mencuri/ merampok milik Tuhan, mereka seharusnya mengelola dengan baik dengan mengumpulkannya dalam rumah perbendaharaan (3:10, BEYT HA’OTSAR), dan bila itu terjadi maka berkat Tuhan akan dikucurkan kembali kepada umat pilihan Allah.

Kitab Maleakhi adalah puncak pemberontakan Israel dan murka Allah terhadap umat Israel dalam kaitan dengan sistem ibadat lahiriah PL dengan jabatan imam dan kurban & persembahannya, dan Maleakhi mengarahkannya pada penghakiman hari Tuhan kelak (baca Pasal 4).

Kiranya menjadi semakin jelas, Maleakhi 3:8-10 dan Matius 23:23 bukanlah sebuah legitimasi dari pendeta2 terntentu bagi Jemaat Perjanjian Baru yang sudah tidak lagi di bawah Hukum Taurat, untuk mereka dapat menerapkan persepuluhan sebagai pungutan yang mengikat (TAURAT “Baru”) di dalam gereja yang sedang dipimpinnya.

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi Pendeta untuk menuduh Jemaatnya sebagai “perampok” (meskipun memakai ayat2 Maleakhi) apabila jemaatnya tidak membayar (pungutan) Persepuluhan yang diwajibkan suatu gereja tertentu (ingat, tidak semua gereja menerapkan doktrin Persepuluhan). Maleakhi 3:8-10 secara konteks justru sedang menegur para imam-iman yang mencemarkan/ menyelewengkan persepuluhan dan persembahan khusus.

Semoga jelas.

Blessings,
BP
October 10, 2010

dengan sangat jujur 100% kepahitan sih enggak ada :slight_smile:

karena waktu itu ahli taurat pendetanya mengatakan di depan mimbar (bukan empat mata)
kira-kira seperti ini
“kalian (bearti termasuk saya dong) kalau tidak membayar persepuluhan sama saja Merampok Milik Tuhan”
“apabila kalian taat maka Tingkap Langit dibukakan . usaha sodara diberkati 100 kali ganda… blablbala…”
“Ngeri sodara kalau kita tidak taat…nanti Tuhan akan kirimkan belalang pelahap. blablablabla…”

waktu itu saya masih “baru”
(percaya YESUS baru agustus 2008 kemarin. sblumnya agama kelenteng tapi prakteknya agnostik)

mungkin lebih tepatnya bukan “kepahitan”

melainkan

“nggak sreg” “ada yg aneh” “weird” .

kok jadi mirip persembahan yg dulu dilakukan ortu klenteng.
berikan buah2an dan ikan 7 macam maka usaha akan diberkati, sehat, dll…
cuma bedanya dulu diberikan ke kelenteng/orang miskin
sekarang HARUS WAJIB diberikan ke gereja.
saya jd bingung
lalu apa bedanya ikut YESUS dengan yg dilakukan ortu kelenteng dong ? kok agak2 mirip begini

“nggak sreg” pokoknya

waktu itu belum ada 2 bulan sejak percaya.
tiba-tiba sudah dengar kotbah perpuluhan persepuluhan yg isinya “aneh” sekali

belum lagi ditambahi banyak sekali aturan
kalo ke gereja mesti pakek spatu, yg mesti ginilah , mesti gitulah, buanyak sekali aturan2-nya

padahal itu gereja karismatik lhoh. maaf sebut merk aliran :slight_smile:
tapi begitu buanyak taurat-taurat baru

jujur saja
“kotbah merampok” tsb… sangat mempengaruhi pandangan saya terhadap gereja tsb
(bukan terhadap alirannya. melainkan gerejanya)

singkat cerita
setelah berputar-putar di 4 gereja.

akhirnya memutuskan berjemaat di 1 gereja non-denominasi
dan puji Tuhan sampai sekarang masih belum pindah :slight_smile:

syukur kpd Tuhan gereja ini tidak mewajibkan persepuluhan.
mau persepuluhan ok. mau diberi gereja ini ok. mau diberi gereja lain ok. mau dimana-mana ok.

Pendetanya bilang
“ditempat ini persembahan berdoa sendiri2 sesuai tuntunan ROH KUDUS”
kadang-kadang waktu persembahan bisa diluar dugaan lhoh :slight_smile:
di rumah sudah siapin segini.
tetapi waktu di gereja karena lawatan Kasih Allah. karena Jamahan KasihNya.
bisa ganti nominal. dan ini seringkali terjadi.
saya sendiri jadi heran kok bisa gitu .hahahaha.
“kita memberi karena CINTA. bukan karena paksaan bukan karena kewajiban
kalau sodara terpaksa mending gak usah ngasik” :slight_smile:
bahkan pernah sehabis memberi persembahan…
Lawatan Kasih Tuhan bisa turun dan memenuhi lagi :slight_smile:
TUHAN memang dahsyattttt :slight_smile:

di gereja gak ada kantong kolekte yg diedarkan.
pertama-tama saya ya bingung di situ
kok ga ada kantong kolekte kayak biasanya ya.
banyak yg “tidak wajar” di gereja ini … hahaha :slight_smile:
ternyata persembahaanya dimasukkan kotak persembahan yg letaknya ada di dekat pintu keluar. :slight_smile:

wah ini benar-benar my-style banget deh :slight_smile:

saya cocok bukan soal persembahannya saja. melainkan cocok pada banyak hal.
malah mungkin saya cocok pada semua hal ya :slight_smile:
tapi kalau diceritakan disini kan
melanggar kode etik dunia persilatan gereja :slight_smile:

sis alice , saya punya bbrp teman non-percaya yg takut sama YESUS
karena apa ?
karena kalau ikut YESUS disuruh membayar pajak 10% oleh Tuhannya Kristen

bbrp teman saya benar-benar takut utk mengikut YESUS karena hal ini

Persepuluhan ajaran Kitab Taurat ini menjadi “batu sandungan”
sama seperti perintah Kitab taurat yg lain seperti
“dilarang buka toko hari minggu” juga menjadi batu sandungan bagi bbrp orang
“Tidak boleh memakan babi” juga menjadi batu sandungan bagi bbrp orang

di gereja saya . kotbah “persembahan” hampir ga pernah dikotbahkan.
cuma pernah 1 kali. itupun pendetanya tidak mewajibkan persepuluhan.

hal itu menjadikan saya tidak begitu paham dan binung menanggapi soal persepuluhan
yg menjadi keberatan bbrp teman saya yg non-percaya.

tetapi

puji Tuhanku YESUS KRISTUS.
akhirnya waktu membaca artikel Sarapan Pagi tentang persepuluhan.
langit benar-benar terbuka

Sebenarnya kata “SUDAH SELESAI” ini sering banget diperkatakan oleh pendeta saya.
pernah ada 1 kotbah khusus membahas “SUDAH SELESAI”.
salah satu poinnya Sudah Selesai adalah efeknya sampai masa datang.
sama persis dgn yg ditulis bro SP
tetapi waktu itu tidak dikaitkan dengan persepuluhan.
anggap saja saya ngerti konsep “SUDAH SELESAI” ini masih separo jalan

dan pada waktu membaca artikel SP.
semua semakin terbuka , jelas dan melengkapi kotbah “SUDAH SELESAI” yg dulu itu.
ternyata “SUDAH SELESAI” ini termasuk membatalkan persepuluhan ala taurat.

tentu ini Injil kabar baik
bagi bbrp orang yg sebelumnya takut kpd YESUS gara2 persepuluhan taurat

Haleluya :slight_smile:

menurut pak pendeta

Agama Kristen (aliran apapun juga) . adalah ajaran yg berlandaskan Agama .
wong namanya saja Agama Kristen. sebenarnya agama adalah sesuatu yg baik secara kasat mata
namun tetap sesuatu yg baik ini bukanlah TUHAN
DNA-nya : Agama / Usaha
jadi caranya itu susah payah,berat,capek,dll

Kekristenan yg sebenarnya. adalah ajaran yg berdasarkan Anugerah.
(kekristenan yg sebenarnya = kehidupan yg sebenarnya)
DNA-nya : Anugerah
jadi caranya itu enteng, ringan, kuk-NYA ringan

perkataan diatas benar-benar menjadi “rema” bagi saya pribadi

nah waktu lagi baca-baca artikel bro SP
ada bagian tulisan yg sama persis dengan konsep diatas

http://www.sarapanpagi.org/kasih-karunia-anugerah-vt1624.html#p6296

KONSEP/ CARA PANDANG - KASIH KARUNIA

Konsep pemikiran dan cara pandang kita sebagai umat Kristen harus berkonsep pada pemikiran ANUGERAH/KASIH KARUNIA bukan pemikiran IMBAL-BALIK. Keselamatan kita atas karya Tuhan YESUS diatas kayu salib adalah Anugerah.
Anugerah mempunyai arti dasar demikian : “yang memberi tidak berkewajiban, yang menerima tidak mempunyai hak” .

Sedangkan konsep Imbal-Balik adalah “kita mendapatkan sesuatu karena melakukan sesuatu” seperti layaknya seorang pegawai yang diupah bulanan karena melakukan pekerjaannya selama satu bulan, seorang salesman mendapat bonus karena mampu menjual sekian jumlah barang dagangan. Kalau kita berpikiran kalau saya mentaati aturan Alkitab, kalau saya melakukan amal-ibadah maka saya akan mendapat pahala, itu adalah konsep pemikiran imbal-balik! Dimana hal tersebut menunjukkan kita belum sadar akan arti penebusan itu.

Keselamatan dari Allah adalah sepenuhnya anugerah, bukan imbal-balik!

Blessings,
BP

bagi saya konsep diatas ini termasuk “langka” dan jarang di-kotbahkan
karena setahu saya masih banyak gereja aliran manapun yg bernafaskan “Agama” dibanding “Anugerah”

jadi saya senang sekali waktu membaca tulisan ini.

sama seperti yg dikatakan sis murukhmuning

diberkatilah orang yg diutus dalam nama YESUS untuk mengajar sesamanya.
dalam hal ini bpk BP.
tulisannya tentang Persepuluhan benar-benar memberi pencerahan :slight_smile:

Bpk BP, anda ini termasuk TOP 10 pendeta favorit saya lho pak :slight_smile:
(disamping Suster Theresa, Pdt. Franky Sihombing, Pendeta Gembala saya)

haleluya :slight_smile:

Opps… saya jemaat biasa, bukan pendeta… but thank you anyway untuk semua appresiasinya. Kita berdiskusi untuk saling berbagi berkat untuk membangun.

Owalah saya pikir pendeta.
habis artikel-artikelnya banyak yg menggunakan bahasa Asli. hahaha :slight_smile:

ok sampai jumpa pada diskusi menarik lainnya pak :slight_smile:

he…he… berarti ada 25% kepahitan tah?? :smiley:

he…he… dituduh merampok… kalo ngga melakukan perampokan … ngga perlu
kepahitan sekalipun tuduhan2 itu menggunakan ayat Firman Tuhan

tetelestai deh

ngga’ sadar kalau ini juga bernada suatu tuduhan?
tidak semua kritik berdasarkan dari suatu kepahitan :slight_smile:

nggak tuh :slight_smile:

waktu semua jemaat (termasuk saya) dituduh itu

saya 50% kepahitan 50% nggak sreg

100% GAK SREG dan 100% tidak kepahitan :slight_smile:

penjelasan nggak sreg utk yg tidak bisa bahasa Jawa
nggak sreg maksudnya : tidak cocok .

pernyataan saya memang ambigu sih :slight_smile:

sis mungkin bacanya begini

dengan sangat jujur , 100% kepahitan sih enggak ada :slight_smile:

sementara yg benar seharusnya

dengan sangat jujur 100% , kepahitan sih enggak ada :slight_smile:

sebenarnya status perpuluhan dengan korban lain itu spt korban tatangan itu sama…semua ada di PL, di jaman Abaraham yg disebut dia memberikan perpuluhan, apa yg dilakukan Abraham Tuhan memperhitungkan sebagai kebenaran, sehingga dia disebut Bapa orang percaya…belum ada torat,
pada jaman Torat, memang semua Firman bersifat perintah, tidak semua perintah itu jelek…

Maleakhi 3:10 LAI TB, Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku

jadi tujuan supaya membawa perpuluhan supaya ada persediaan makanan di rumahKU…
karena yg menjadi imam itu suku lewi yang tidak mendapat warisan tanah kecuali 11 suku Israel lainnya, jadi karena Lewi tidak ada warisan tanah untuk menghasilkan/dikerjakan, tetapi ia 100% melayani bait suci… maka wajib suku lain membawa sepersepuluh untuk perbendaharaan rumah Tuhan…

apakah setelah selesai Torat, Rumah Tuhan sudah tidak membutuhkan untuk menghidupi Lewi/ hamba Tuhan yang 100% tidak bekerja dunia,

mungkin ada yg tidak mengerjakan, karena sekarang kecenderungan hamba Tuhan berbisnis jadi sudah tidak perlu uang dari Rumah Tuhan…karena mempunyai penghasilan sendiri…

kalau seorang hamba Tuhan yg benar2 dipanggil untuk 100% melayani Tuhan tentu sistem itu masih berlaku, apakah kalau setelah torat tidak berlaku, dukungan gereja harus dari bisnis, maksudnya bisnis gereja…dan hamba Tuhan yg memang terpanggil pasti tidak menyelewengkan perpuluhan…pasti juga disalurkan sesuai mekanisme yg Tuhan inginkan…

apakah salah jemaat yg mendapatkan makanan rohani yang tidak ternilai harganya juga ambil bagian dengan persembahan perpuluhan yg jasmani

ini terlepas dari beberapa gelintir, hamba Tuhan ada yg memang sudah memanfaatkan ayat ini secara tidak benar…dan cenderung mengunpukan uang untuk kepentingan diri sendiri…

yang jelas sistem Tuhan untuk mengisi perbendaharaan gereja belum berubah, kalau perpuluhan sudah tidak berlaku tentu diganti dengan sistem lain, gimana cara mengisi perbendahaaraan gereja…

kalau undang2 yang lama tidak ada pengganti yg baru berarti undang2 yg lama berlaku…

kalau harus dihapus ada banyak korban lain seperti korban tatangan dll, tetapi kalu dihapus kenapa hanya perpuluhan, kenapa tidak semua aja dihapus…

menurut saya suasana perjanjian baru adalah dari hati bukan karena diperintah seperti torat…tapi bukan menghapus perpuluhan…dan korban lain…

teman saya yg ateis sempat memberi guyonan :slight_smile:

yg ditujukan kepada saya. dengan maksud menyindir saya

Ateis A : apakah percaya YESUS selamat ?
Ateis B : PASTI Selamat

Ateis A : apakah tidak bayar persepuluhan masih selamat ?
Ateis B : Tidak Selamat. karena kamu merampok / Mencuri miliknya Tuhan
Kalau mau selamat ya turuti semua perintahnya. termasuk persepuluhan

Ateis A :Jadi percaya YESUS tetapi tidak membayar persepuluhan selamat tidak ?
Ateis B : TIDAK !

Ateis A : Jadi untuk selamat caranya harus Percaya YESUS dan HARUS bayar persepuluhan ?
Ateis B : YA !

Ateis A+B : ada komentar repento ?
repento : …

hahahaha… :slight_smile:
waktu itu benar-benar gak berkutik menghadapi guyonan mereka :slight_smile:

tetapi thanx God ternyata hari demi hari semakin dibukakan hal baru

persepuluhan taurat SUDAH SELESAI “tetelestai”

jangan bikin guyonan pake ayat alkitab lohh… nggak lucu

jangan karena beberapa hamba Tuhan kaya begitu terus akhirnay menganggap perpuluhan suatu yg ilegal, dan anda jadi anti…

terus cari gereja yg enak aja yg tidak ada korban…

ingan Kasih itu identik dengan berkorban

ayat alkitab ?? mana ada ayat alkitab ??

[b]saya sama sekali tidak anti persepuluhan yg dilandasi CINTA KASIH

silahkan teruskan persepuluhan bagi yg melakukannya[/b]

tetapi

saya anti terhadap org yg mewajibkan persepuluhan

apalagi menuduh jemaat mencuri / merampok … baner-bener bikin mual

nggak usah ayat deh. coba km bikin nama YESUS guyonan, terus mana ayat?

meskipun kita tidak terikat torat, torat itu jari Allah sendiri loh yg menulis, jadi jangan buat guyonan

bro dengan rasa hormat kepada anda.
sekali lagi saya tanya pada anda

mana guyonan pada tulisan saya yg menurut anda memakai ayat alkitab ?

tolong tunjukkan.

kalau memang ada saya memang harus koreksi diri :slight_smile:

ya memang nggak pake ayat… sori
anda kayaknya membuat perpuluhan sesuatu guyonan…ini manandakan anda skrg anti ya ama perpuluhan…pendapat seseorang kan belum terbukti…meskipun benarpun tidak perlu perpuluhan dibuat guyonan berkaitan dengan keselamatan lagi, keselamatan itu suatu yg serius…jangan main2

gak ngreti juga maksud tritnya, semua trit larinya ke hk taurat, trus larinya ke persepuluhan

dari pembahasan semua saya menyimpulkan bahwa persepuluhan itu masih valid dan yang melakukannya juga untuk mengerjakan keselamatan, bukan untuk mengejar keselamatan

apakah kita malah menyalahkan mereka2 yang rajin membayar persepuluhan sebagai tanda kasih kpd Tuhan, tidak bukan?

so kenapa mesti mempermasalahkannya, mau kasih semua kek, siapa yang protes, masalah itu disalahgunakan, itu bukan urusan kita

urusanku hanya jika sedapat2nya aku bisa menjadi pelaku FT, biarlah juga aku dianggap bodoh oleh yang lain karena itu juga bukan urusanku :coolsmiley:

Tuhan YESUS memberkati… :slight_smile: