Yohanes 6:65 - teman2 tolong penjelasan tafsiran anda pada ayat ini

[b][b]Yohanes 6:65 [/b][/b]

[size=10pt]Lalu Ia i[/i] berkata :

Sebab itu telah Kukatakan kepadamu:

[b]Tidak ada seorangpun

dapat datang kepada-Ku,

kalau

Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.[/b]

[b]
*) dapat datang kepada-KU = dapat datang kepada YESUS

*) kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya = kalau Bapa tidak memberikan[/b]

ok. lalu apa sih arti dari

dapat datang kepada YESUS ?

tolong tafsirannya.

thx

* Yohanes 6:65
LAI TB, Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.”
KJV, And he said, Therefore said I unto you, that no man can come unto me, except it were given unto him of my Father.
TR, και ελεγεν δια τουτο ειρηκα υμιν οτι ουδεις δυναται ελθειν προς με εαν μη η δεδομενον αυτω εκ του πατρος μου
Translit interlinear, kai {lalu} elegen {Ia berkata} dia touto {itulah sebabnya} eirêka {Aku telah mengatakan} humin {kepada kalian} hoti {bahwa} oudeis {tidak satupun} dunatai {dapat} elthein {datang} pros {kepada} me {-Ku} ean mê {kecuali} ê {(ia) barangkali} dedomenon {telah diberikan anugerah itu} autô {kepadanya} ek {oleh} tou patros {Bapa} mou {-Ku}

Silahkan dibaca ayat-ayat sebelumnya dan pada ayat ini diberikan kelanjutannya dengan kata “sebab itu” (LAI-TB, harfiah: lalu/ kemudian). Hal ini diungkapkan YESUS oleh karena ketidak-percayaan di antara para murid/ pendengar2-Nya. YESUS menjelaskan bahwa walaupun manusia harus percaya, namun sebenarnya kepercayaan itu adalah merupakan suatu karunia yang diberikan oleh Bapa. Disini terdapat tema ‘predestinarianisme.’ Hal ini menunjukkan bahwa Allah tahu sebelumnya terhadap siapa-siapa yang tidak percaya dan siapa-siapa yang akan percaya. YESUS juga mengungkapkan bahwa hanya mereka yang ditarik oleh Bapalah yng dapat datang kepada YESUS KRISTUS. Jikalau orang tidak ditarik oleh Bapa, dia tidak percaya kepada YESUS KRISTUS. Ajaran ini sudah diungkapkan dalam ayat 37 s/d 40 dan ayat 44. Mari kita lihat ayatnya :

* Yohanes 6:37-40, 44
6:37 Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
6:38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
6:39 Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
6:44 Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

Yohanes 6:39-40, berdasarkan suatu doktrin seorang theolog. Kemudian banyak yang menarik kesimpulan dari ayat ini bahwa keselamatan itu TIDAK AKAN BISA HILANG. Kita cek ayatnya :

* Yohanes 6:37
LAI, Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
KJV, All that the Father giveth me shall come to me; and him that cometh to me I will in no wise cast out.
TR, παν ο διδωσιν μοι ο πατηρ προς εμε ηξει και τον ερχομενον προς με ου μη εκβαλω εξω
Translit interlinear, , pan {setiap} ho {yang} didôsin {Dia memberikan} moi {kepada-Ku} ho patêr {Bapa} pros {kepada} eme {-Ku} êxei {ia akan datang} kai {dan} ton {yang} erchomenon {datang} pros {kepada} me {-Ku} ou {tidak} mê {tidak} ekbalô {Aku mencampakkan} exô {keluar}
Weimouth New Testament : Every one whom the Father gives me will come to me, and him who comes to me I will never on any account drive away.

Terjemahan LAI di atas kurang tepat, παν ο διδωσιν μοι - pan ho dedôsin moi, seharusnya bukan semua yang sudah diberikan kepada-Ku, tetapi setiap yang sudah diberikan kepada-Ku. Kata “παν - pan” adalah bentuk tunggal akusatif dan bermakna individual, bukan kolektif. Saya berikan uraian kata itu di bawah ini:

Setiap orang yang datang kepada YESUS, masing-masing digerakkan oleh Allah dengan suatu dorongan di dalam hatinya, namun masing-masing bebas untuk mengikuti dorongan itu atau tidak. YESUS berjanji akan menerima semua orang yang datang kepada-Nya dalam pertobatan dan iman. Mereka yang datang kepada YESUS datang sebagai jawaban terhadap kasih karunia yang diberikan mereka oleh Allah. Coba Anda bandingkan dengan ayat 37 bahwa ternyata ada kemungkinan pula bahwa masing-masing yang datang kepada YESUS KRISTUS itu … hilang.

Doktrin keselamatan tidak dapat hilang dianut oleh saudara-saudara kita kalangan Reformed/ Calvinis, bahwa bagi orang-orang yang “dipredestinasi” mereka tidak akan kehilangan keselamatan. Saya menghargai kepercayaan mereka sebagai tanda keimanan yang teguh. Namun, kita perlu juga mencermati bahwa keselamatan itu harus dikerjakan. Nah, apa jadinya jika seseorang tidak mengerjakan keselamatannya?

Keselamatan dan iman itu harus dipertahankan dan tidak disia-siakan oleh manusia, agar jangan sampai hilang…

* Filipi 2:12
"Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah KERJAKAN KESELAMATANMU dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

* Ibrani 2:3
bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan

* 1 Petrus 2:2
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

Bagi saya, ajaran tentang predistinasi ala Calvin itu sebenarnya cukup baik yaitu bahwa seseorang harus yakin bahwa ia benar-benar selamat, tidak meragukan keselamatan yang diperolehnya. Namun, keselamatan itu harus dipertahankan, dengan perkataan lain ia harus berusaha agar jangan “murtad” dan kehilangan keselamatan.

Lanjut ke Yohanes 6:44, juga merupakan ayat “andalan” bagi mereka yang pro dengan doktrin predestinasi ala Calvinist:

* Yohanes 6:44
LAI TB, Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
KJV, No man can come to me, except the Father which hath sent me draw him: and I will raise him up at the last day.
TR, ουδεις δυναται ελθειν προς με εαν μη ο πατηρ ο πεμψας με ελκυση αυτον και εγω αναστησω αυτον τη εσχατη ημερα
Translit interlinear, oudeis {tidak seorang pun} dunatai {ia dapat} elthein {untuk datang} pros {kepada} me {-Ku} ean {jika} mê {tidak} ho patêr {Bapa} ho {yang} pempsas {(dulu) mengutus} me {-Ku} helkusê {verb - aorist active subjunctive - third person singular, Dia (dulu barangkali) menarik} auton {-nya} kai {dan} egô {Aku} anastêsô {Akan membangkitkan} auton {-nya} tê {yang} eskhatê {akhir} hêmera {hari}

Bandingkan dengan sajian Alkitab interlinear sbb :

Sulitnya terjemahan LAI jarang menerjemahkan modus subjunktif dengan “barangkali” sehingga seakan-akan tarikan Bapa itu tidak dapat ditolak. Kata “ditarik” itu menggunakan modus subjunktif, yaitu modus probabilitas, bukan fakta.
Modus Subjunktif adalah modus yang menegaskan kemungkinan obyektif. Modus ini menganggap bahwa tindakan bukanlah suatu fakta yang terjadi sekarang, tetapi kemungkinan atau berpotensi menjadi fakta, tergantung kepada situasi. Modus Subjunktif ini adalah modus probabilitas, yang dipergunakan dalam nasihat, peringatan, pertanyaan deliberatif (menimbang), larangan, dan kalimat kondisi.

Contoh beberapa kasus:

  • Modus indikatif: Anak itu berlari (menunjukkan tindakan yang sedang terjadi)
  • Modus subjunktif: Jika anak itu berlari, ia tidak akan terkejar (menunjukkan kemungkinan suatu tindakan).
  • Modus optatif: Anak itu ingin berlari (menunjukkan keinginan).
  • Modus imperatif: Larilah, wahai anak. (menunjukkan perintah atau permintaan)

Kembali ke ayat Yohanes 6:44 di atas, ayat ini sama sekali tidak menyatakan bahwa “semua orang ditarik oleh Bapa”. Ungkapan ‘ean mê’, “jika tidak” adalah persyaratan negatif dari kata kerja ‘helkusê’, “menarik” dalam modus subjunktif (probabilitas). Kata ini digunakan untuk “menarik” jala (Yohanes 21:6), “menghunus” pedang (Yohanes 18:10), “menyeret” orang (Kisah Para Rasul 16:19).

Bapa menarik orang kepada YESUS KRISTUS melalui ROH KUDUS. Pekerjaan ini meliputi semua orang sebagaimana dikatakan YESUS, “Aku akan menarik semua orang” (Yohanes 12:32). Namun tarikan ini dapat ditolak oleh manusia, lihat ayat ini:

“Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu … tetapi kamu tidak mau.” (Matius 23:37)

Kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.” (Yohanes 5:40)

Frasa “tidak-mau” jelas adalah keputusan dari manusia, YESUS KRISTUS dalam hal ini menyayangkan keadaan tersebut (menyesalkan, feel sorry, mengeluh) ini mirip dengan keadaan yang sering digambarkan dalam Perjanjian Lama dengan istilah ‘anthropomorf’ : “Allah menyesal” (Ibrani, NAKHAM, lihat artikel di http://www.sarapanpagi.org/allah-menyesal-vt369.html#p786 ).
Kalau semua hal terjadi atas kehendakNya secara “absolut”, kata NAKHAM tidak akan dikenal dalam Alkitab sebagai keadaan yang pernah dialami Allah kita.

Kembali ke Yohanes 6:65, sebenarnya kita juga diperhadapkan dengan modus subjunktif dengan “barangkali”, bahwa anugerah itu bisa berupa suatu kondisional, dimana respon dan intens dari manusia turut mempengaruhi kehendak dari Bapa.

Lihat kajian interlinear di bawah ini :

Translit interlinear, kai {lalu} elegen {Ia berkata} dia touto {itulah sebabnya} eirêka {Aku telah mengatakan} humin {kepada kalian} hoti {bahwa} oudeis {tidak satupun} dunatai {dapat} elthein {datang} pros {kepada} me {-Ku} ean mê {kecuali} ê {(ia) barangkali} dedomenon {telah diberikan anugerah itu} autô {kepadanya} ek {oleh} tou patros {Bapa} mou {-Ku}

Modus Subjunktif adalah modus yang menegaskan kemungkinan obyektif. Modus ini menganggap bahwa tindakan bukanlah suatu fakta yang terjadi sekarang, tetapi kemungkinan atau berpotensi menjadi fakta, tergantung kepada situasi. Modus Subjunktif ini adalah modus probabilitas, yang dipergunakan dalam nasihat, peringatan, pertanyaan deliberatif (menimbang), larangan, dan kalimat kondisi.

Berbeda dengan kenyataan adanya modus Subjunktif pada ayat-ayat yang dijadikan andalan doktrin predestinasi, Ajaran Calvinisme atau Doktrin Predestinasi ala Calvin itu menekankan kemutlakkan otoritas Tuhan dalam menentukan rencana kehendak anugerah-Nya atas ciptaan dari kekal sampai kekal. Keputusan Allah adalah kekal, tidak berubah, suci, adil, dan mahakuasa dan didasarkan atas pengetahuan sebelumnya atas semua peristiwa dan tidak terpengaruh oleh ciptaan atau kejadian yang berlangsung. Dari kerangka predestinasi manusia inilah maka Tuhan memilih umatnya untuk selamat atau tidak diselamatkan dalam rangka penebusan dosa sesuai yang telah diketahuinya sebelumnya.

Namun demikian kita perlu memandang yang sebenarnya tertulis di Alkitab. Memang benar bahwa keselamatan adalah karunia dari Allah, dan memang benar bahwa Allah lah yang menentukannya sebelumnya, namun demikian keputusan manusia untuk menerima anugerah itu atau tidak, itu tergantung dari kemauan manusianya.

Saya pernah berdiskusi dengen seorang Calvinis murni perihal doktrin predistinasi ala Calvin, atas pendapat yang mengatakan bahwa jika seseorang itu sudah ditulis namanya di dalam kitab kehidupan, niscaya ia pasti selamat.

Namun, coba kaji ayat ini:

* Wahyu 3:5
Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; AKU TIDAK AKAN MENGHAPUS NAMANYA DARI KITAB KEHIDUPAN, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

Perhatikan frasa “barangsiapa menang,” disini ada kondisional bahwa yang menang sajalah yang tidak akan dihapus namanya dalam kitab kehidupan.

Dengan ayat tsb diatas, maka timbul pertanyaan :

[b]- Apakah ada kemungkinan seseorang tidak menang?

  • Apakah jadinya kalau tidak menang ?
  • Apakah nama seseorang itu bisa dihapus oleh YESUS KRISTUS?[/b]

Saya rasa Anda dapat menajwabnya sendiri…

Blessings,
BP
October 5, 2010

http://www.sarapanpagi.org/Yohanes-6-65-tafsir-vt3435.html#p19168

Yoh 6 : 65

Bagi saya ayat ini menerangkan tentang

  1. Keselamtan hanya Anugerah dari Tuhan,

  2. Keselamatan merupakan rencana Allah Bapa, di genapkan oleh Allah Anak dan di aplikasikan oleh Allah Roh Kudus.

3.Manusia tidak mempunyai kemampuan untuk datang pada Tuhan, kalau Tuhan belum mengaruniakan kemampuan untuk datang pada Tuhan.
Tuhan bekerja merubah kita dulu, barulah kita dapat datang pada Tuhan, Yeh 36 : 24 -28

  1. Keselamatan merupakan pilihan Tuhan yang telah menetapkan dan memilih sebelum dunia di ciptakan, Ef 1 : 4 - 14
    Pilihan Tuhan bukan karena manusia itu percaya atau tidak percaya, pilihan Tuhan Memang karena Tuhan memilih dari KEKEKALAN.

Jadi bukan karena ke maha tahuan Tuhan, tapi memang di dalam kekekalan Tuhan memilih, dan dunia belum di ciptakkan.
Merupakan misterius Tuhan di dalam hal ini.

  • Apakah ada kemungkinan seseorang tidak menang?
  • Apakah jadinya kalau tidak menang ?
  • Apakah nama seseorang itu bisa dihapus oleh YESUS KRISTUS?

Bro SP, sebelumnya saya bukan mau berdebat ya, karena kedua paham ini kalau berdebat, pasti tidak ada habisnnya, ini menyampaikan pandangan saya dan pengalaman saya.

Manusia yang karena dosa Adam, telah kehilangan peta dan gambar Allah, telah tercemar, telah rusak total, tidak mempunyai kemampuan .
Alkitab mengatakan :

Tit 1 : 15 Akal dan suara hati yang najis

Roma 6 : 17 hamba dosa

2 Kor 4 : 4 pikiran di butakan

Ef 4 : 18,19 Hati degil dan perasaan tumpul.

Roma 8 : 7 berseteru dengan Allah.

2 Kor 13 : 14,15 Selubung yang menutup hati dan pikiran yang tumpul.

Yoh 8 : 44 ; 2 Tim 2 : 26 Dibawah kuasa iblis.

Tit 3 : 3 Hamba nafsu dan sesat.

Roma 3 : 9 - 12 Semua orang telah menyeleweng, tidak ada yang benar

Ef 2 : 1, 4, 5 Mati rohani karena dosa.

1 Tim 6 : 5 Tidak mempunyai pikiran sehat.

Fil 3 : 19 Pikiran hanya tertuju kepada hal hal duniawi.

Dalam keadaan demikian lah kita , saya mengalami hal2 demikian, sebelum Tuhan merubah hati dan membuka pikiran dan memberi hati yang baru dan hati yang taat, kita tidak mungkin dapat datang pada Tuhan. Yeh 36 : 24 - 28

Pada saat Tuhan telah menguduskan kita, kita langsung menyadari betapa berdosanya kita di hadapan Tuhan, dalam keadaan demikian, tidak ada satu manusia dapat menolak uluran tangan Tuhan, karena kita langsung menyadari betapa kotor dan najisnya kita, seluruh pikiran kita mempengaruhi hati kita yang telah Tuhan rubah / kuduskan.

Saya percaya bahwa seseorang yang telah Tuhan kuduskan atau pisahkan dari dunia ini, dan di peruntukkan untuk Tuhan, tidak mungkin menolak panggilan dan uluran Tangan Tuhan.
Pekerjaan Tuhan tidak mungkin gagal, dari kekekalan rencana Tuhan sudah selesai, kita yang terikat ruang dan waktu yang masih menjalaninya.

Keselamatan kita tidak mungkin hilang, bukankah 1 Kor 1 : 8, 9 mengatakan Tuhan yang memanggil kita adalah setia, Dia akan menjaga kita tanpa cacat, sampai kesudahan.
Masih banyak ayat lain, Tuhan sebagai gembala kita, Dia lah terus menjaga kita, supaya tidak hilang.

Memang banyak peringatan2 supaya tidak hilang, Ibr 6, tidak berarti kita dapat hilang, karena pekerjaan Tuhan tidak mungkin gagal dan Firman Tuhan tidak mungkin sia sia.

Kita yang sudah di selamatkan harus mengerjakan keselamatan kita bukan supaya selamat, tapi memang Tuhan menghendaki kita lakukan, di dalam pengudusan kita yang makin hari makin menyerupai Kristus, juga mempersiapkan kita nanti hidup di langit dan bumi yang barru.

“Mengerjakan Keselamatan” bukan untuk dapat selamat karena anugrah keselamatan telah diberi namun “Mengerjakan Keselamatan” untuk mempertahankan anugrah keselamatan yang telah diberi. Dengan kata lain, anugrah keselamatan dapat ditolak dan diabaikan oleh kehendak manusia.

Saya merasa bahwa YESUS akan mengadili setiap manusia dalam pengadilan terakhr untuk mempertanggungjawabkan setiap perbuatan dan karunia yang ada pada diri manusia, YESUS memakai 3 tolak ukur yakni: iman, pengharapan, dan kasih
[b]

  1. Iman (Mat 7 : 15-23)[/b]

Perikop ini berbicara tentang iman yang benar yang menghasilkan iman yang berbuah baik. Iman bukanlah kata-kata, perbuatan adalah ukuran yang benar dari iman. Kata-kata tidak dapat dijadikan pengganti dari perbuatan. Pemakaian nama YESUS, serta karunia-karunia kharismatik tidak ada gunanya. Seakan-akan keselamatan tergantung dari perbuatan baik, tetapi pada ayat 22, diungkapkan perbuatan baik tidak membawa keselamatan. Keselamatan diperoleh dari iman yang benar terhadap Allah sedangkan buah yang baik merupakan dampak dari iman yang benar.

2. Pengharapan (Lukas 13:22-30)

Perikop ini berbicara tentang pengharapan yang diperjuangkan, lebih spesifik untuk konteks waktu itu adalah perihal tentang pengharapan orang Yahudi. Dimulai dari suatu pertanyaan seorang Yahudi yang bertanya: “Sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Sebenarnya pertanyaan ini merupakan pertanyaan konfirmasi saja, dia tidak memakai pertanyaan “Siapa saja yang diselamatkan?” Orang Yahudi ini jelas tahu bahwa memang sedikit orang yang diselamatkan dan memiliki pengetahuan bahwa orang Yahudi merupakan bangsa yang diberi janji Tuhan/bangsa pilihan Tuhan. Seharusnya jawaban umum yang diberikan YESUS adalah orang Yahudi kecuali orang berdosa dan bidah masuk surga. Jawaban umum ini sebenarnya pengharapan orang Yahudi.

Tapi jawaban YESUS berbeda:

  1. Tidak secara otomatis orang Yahudi diperbolehkan masuk, bahkan ada yang tidak diijinkan masuk bahkan haknya diberikan untuk bangsa lain, di samping yang masuk adalah orang-orang suci dari PL. (Keselamatan adalah hak kedaulatan Allah)
  2. Tak ada gunanya memohon masuk atas dasar perkenalan dengan YESUS jika tidak ada respon atas firmanNya. (Perkenalan dengan Allah berarti merespon firmanNya).
  3. Berjuang dalam pengharapan karena sudah diberi hak, bukan berjuang memperoleh hak keselamatan, usaha manusia tidak akan dapat memperoleh hak tersebut.

Konteks orang Yahudi saat itu sama dengan konteks orang Kristen saat ini. Janji Allah sudah diberikan dan dimateraikan, tetapi siapakah yang akan tersandung (2Pet1:10-11) ?

Tujuan berjuang dalam pengharapan adalah :

  1. Supaya berkenan (Filp2:15) dan
  2. Supaya hak keselamatan itu menjadi milik yang pasti (Ibr 6:11) dan penuh (2Pet1:11).

3. Kasih (Mat 25 ; 31-46)

Perbuatan kasih merupakan dampak dari iman dan pengharapan yang benar kepada Allah bukan sebagai jasa /perbuatan baik untuk menjadi dasar diselamatkan.

Buktinya :

  1. Hak itu telah diberikan bagimu karena telah ditetapkan oleh Allah sejak dunia dijadikan (ay.34)
  2. Orang benar dan orang tidak benar sama-sama tidak tahu. Orang benar tidak tahu karena tidak berhitung dan mengingat perbuatan baiknya, jelas bagi mereka perbuatan baik bukanlah jasa yang dikumpulkan untuk negosiasi memperoleh keselamatan. Orang tidak benar jelas tidak tahu karena tidak peduli bahkan pertanyaan ini merupakan pembelaan diri (ay.44). Kasih merupakan hukum terutama dan esensi dari Kekristenan bahkan tujuan pertumbuhan rohani kita harusnya menuju ke sana (2Pet1:5-8).

Bukan tanpa alasan Paulus mengatakan demikian:

Kor 13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Salam

Jawaban atas pertanyaan bro Repento ada pada alasan mengapa Yesus mengajar melalui “perumpamaan” …^0^

Markus 4

4:10 Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.
4:11 Jawab-Nya: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,
4:12 supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.

Sehingga hanya orang2 yang dikaruniai “telah diberikan rahasia Kerajaan Allah” oleh Bapa yang dapat datang kepada Yesus: melihat dan menangkap, mendengar dan mengerti, sehingga mereka berbalik dan mendapat ampun.

Salam

Yoh 6:65
Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.”

Artinya: Tidak 1 orang pun yang datang kepada Yesus atas kehendak sendiri…ttp niat datang ke Yesus itu karya Roh Kudus.

Sebab:
Semua manusia berdosa ( Roma 3:10-12)
seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

Krn itu Roh Tuhan yang menolong… bahkan untuk percaya (mengaku) bhw Yesus itu Tuhan …itupun kekuatan dr pada Roh Allah

1Co 12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.

Hati manusia kotor… krn itu terang itu terlebih dahulu datang …menerangi shgg manusia bisa melihat kemuliaanNya mll Pribadi Yesus

[quote author=repento link=topic=29738.msg294021#msg294021 date=1285850190]

[b][b]Yohanes 6:65 [/b][/b]

[size=10pt]Lalu Ia i[/i] berkata :

Sebab itu telah Kukatakan kepadamu:

[b]Tidak ada seorangpun

dapat datang kepada-Ku,

kalau

Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.[/b]

[b]
*) dapat datang kepada-KU = dapat datang kepada YESUS

*) kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya = kalau Bapa tidak memberikan[/b]

ok. lalu apa sih arti dari

dapat datang kepada YESUS ?

tolong tafsirannya.

thx
[/quote

Dear @ Repento…

MENURUT HEMAT SAYA AYAT YOHANES 6: 65… INILAH SEBAGAI PASSWORD / KATA KUNCINYA UNTUK MEMBUKA TABIR PEMAHAMAN SERTA PENGERTIAN PRINSIP TRI TUNGGAL…dalam Kontex KEILLAHIAN
TUHAN YESUS SAAT MEMBERI PENGAJARAN DI KAPERNAUM TSB.

JADI UNTUK PERCAYA BAHWA YESUS ADALAH ALAH SENDIRI…MAKA ALLAH LAH YANG MELALUI ROH KUDUS DIKARUNIAKANNYA KEPADA MANUSIA UNTUK DAPAT PERCAYA DAN MENGAMINI YESUS SEBAGAI TUHAN DAN JURU SELAMAT DUNIA. DISITULAH ANUGERAH KESELAMAT ITU DIDAPAT DENGAN CUMA CUMA TANPA PAMRIH DAN GARANSI DARI ALLAH SEMESTA ALAM INI.

TAFSIRAN LAIN SAYA RASA TIDAK ADA DAN RELEVAN…AMIN

SLAM…GBU

Saya berpendapat ayat ini menyatakan kedaulatan Tuhan didalam menentukan siapa yang akan diselamatkan. Kedaulatan Tuhan bekerja bersama karunia Nya didalam keselamatan atas manusia yang berdosa dan sudah mati secara rohani.

salam damai