YOHANES DAN MARIA BUNDA TUHAN YESUS

Fokus utama injil tetaplah Yesus bukan Maria. Namun anda tidak fair mestinya anda sudah bisa melihat bahwa Yohanes telah menuliskan beberapa kisah tentang peran Maria di injil. Meskipun demikian Yohanes merasa kurang dalam menuliskan semua yang diajarkan Yesus seperti yang Ia akui sendiri: Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu persatu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu. Itulah bunyi AYAT TERAKHIR DARI INJIL TERAKHIR Yohanes 21:25

Ini membuktikan bahwa semua kisah yang ditulis dalam injil merupakan kisah2 PILIHAN dari keseluruhan pengajaran Yesus yang diterima oleh Yohanes dan ke tiga penginjil lainnya. Sebab Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, (bdk Yoh 21:25)

Jika kita mengamati sejarah keempat Injil yang diakui dan di canon sebagai kitab Injil kanonik oleh Gereja Katolik maka Injil Matius adalah Injil pertama, sedangkan Injil Markus (murid rasul Petrus) sebagai injil ke dua, injil Lukas ( Murid Paulus) adalah injil ketiga. Bisa dikatakan atau kita yakini bersama bahwa tentunya ketiga injil itu telah ditulis dan saat itu Rasul Yohanes masih hidup, dan tentunya dia pasti juga telah membaca ketiga Injil tersebut sebelum menuliskan Injil. Keunikan Injil Yohanes dibanding ketiga injil terdahulu adalah tidak menulis ulang sebangian peristiwa yg sudah terlebih dahulu ditulis ke tiga penginjill lain dan pada penjabaran peristiwa hidup Yesus sudah dengan lebih lengkap disampaikan oleh Injil-Injil sinoptik (Matius, Markus dan Lukas). Mengingat bahwa Injil ini ditulis terakhir setelah ketiga Injil lainnya dituliskan, maka nampaknya Rasul Yohanes memang sengaja tidak mengulangi apa yang menurutnya sudah disampaikan dengan cukup jelas oleh Injil-injil sinoptik tersebut. Rasul Yohanes hanya menambahkan bebeberapa penekanan, untuk melengkapi pemahaman akan suatu kejadian ataupun ajaran Yesus. Selain itu hal lain yang menarik adalah tidak seperti ketiha penginjil lainnya, Yohanes tidak pernah menyebut nama “Maria”, yang melahirkan Yesus, tetapi selalu menggunakan istilah “ibu-Nya”.

Beberapa contoh ayat dibawah ini

Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur .” Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” Yoh 2:3-5

Sesudah itu Yesus pergi ke Kapernaum, bersama-sama dengan ibu-Nya (Yohanes 2:12)
Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. (Yohanes 19:25)

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu (Yohanes 19:26)

Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. (Yohanes 19:27)

http://terang.webs.com/photos/salib/Ibu%20inilah%20anakmu%204.jpg

Dari cara penulisan demikian tentang Maria dimana Yohanes selalu menyebut Maria dengan sebutan |Ibu" tergambar bahwa Yohanes sangat menghormati Maria. Dari Ibu-Nya pada akhirnya menjadi Ibu-mu (sabda Yesus disalib). Yohanes ingin menggambarkan bahwa Maria yang adalah Bunda TUHAN kita sekarang menjadi Ibu para murid2 TUHAN yang diwakili oleh Yohanes.

Selain itu beberpa kisah tentang Maria tida ditulis ke tiga penginjil lainnya salah satunya adalah tentang perkawinan Kana dimana Yohanes menggambarkan peran Maria sebagai Ibu yg cukup besar dapat mengubah keputusan TUHAN sendiri yang bahkan sebelum waktunya untuk berkarya. Penyelipan kisah ini sendiri dibanding kisah lainnya yang belum tertulis menggambarkan bahwa peran Maria juga penting bagi umat beriman. Puncak dari penghormatan Yohanes kepada Maria adalah kisah dibawah kaki salib ketika TUHAN kita terkasih dalam sakratul maut menyampaikan firman bahwa Ia (Yohanes) adalah anaknya dan Maria menjadi Ibunya. Dari penulisan ini kita bisa berkesimpulan bahwa Yohanes menghormati Maria. Oleh karena itu tidaklah mengherankan murid2 Yohanes seperti St, Polycarpus dan St Irenaeus termasuk Bapa2 Gereja yang menulis doktrin Maria.

[quote]Dari penulisan ini kita bisa berkesimpulan bahwa Yohanes menghormati Maria. Oleh karena itu tidaklah mengherankan murid2 Yohanes seperti St, Polycarpus dan St Irenaeus termasuk Bapa2 Gereja yang menulis doktrin Maria.[quote]

Dan kemudian, setelah lewat dua ribu tahun, ada orang yang cuma membaca Alkitab, tetapi merasa ‘layak’ untuk menghina dan merendahkan Ibunda Tuhan, yang sangat dihormati oleh Jesus, dan semua rasul Jesus?