Yudas Iskariot Kehilangan Keselamatan atau Tidak?

wkwkwkwk

apa yang alkitab katakan tentang itu sudah saya jelaskan
penafsiran saya atas alkitab tentang hal ini adalah sama saja, Allah tidak pilih kasih

nah penafsiran ente bilang Allah pilih kasih
kenapa jadi saya yang dituduh balik
aneh deh ah
emangnya penafsiranmu atas alkitab pasti benar gitu? penafsiran yang bilang Allah pilih kasih ;D

Konsep Allah pilih kasih, itu adanya di otak ente. Kemudian ente baca alkitab, pengertiannya dipaksakan harus memenuhi kriteria ‘Allah tidak pilih kasih’ versi ente. Jelas sekali ente kagak bisa kasih penjelasan apa-apa, bisanya cuma ngotot.

Jelaskan aja 2 ayat ini:

Ibr. 7:22 by so much more Jesus has become a surety of a better covenant.
Ibr. 8:6 But now He has obtained a more excellent ministry, inasmuch as He is also Mediator of a better covenant, which was established on better promises.

Kenapa disebut better covenant? apanya yang better?
Jangan cuma koar-koar nuduh Allah pilih kasih.

ga perlu bahas kemana2 dulu Leph

kamu kan sendiri yang bilang ini :

OSAS berlaku hanya umat PB saja, umat PL tidak OSAS

dari situ aja sudah kelihatan Allah pilih kasih (menurut teorimu)

nah jelaskan dari pernyataanmu itu, apakah saya salah bilang kamu menafsirkan Allah pilih kasih?

Kata Alkitab? Mungkin maksud @alephtav ialah “yang tertulis di Alkitab”?

Di Alkitab ditulis, antara lain:
Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. (Yoh 16:12);
Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, (Yoh 20:30);
Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu, (Yoh 21:25);

Dari ketiga ayat itu, menurut pemahaman Cinta Bhinneka, dapat disimpulkan bahwa Alkitab belum memuat segala sesuatu yang telah dan akan diajarkan oleh Yesus Kristus. Ada komentar @alephtav?

Salam logika macam-macam.

Yang nuduh pilih kasih itu ente, dengan pakai kriteria pilih kasih bikinan ente. Kalau saya sih gak ngeliat Allah pilih kasih.

Hanya demi membenarkan konsep Allah tidak pilih kasih bikinan otak ente, ente dengan berani melawan alkitab.
Daripada ente cuma berpegak pada teori pilih kasih bikinan ente, lebih baik ente jelaskan ayat FT diatas. Bukan cuma klaim ‘sudah dijelaskan’ mlulu.

jika anda mengaku “better covenant” di kitab Ibrani itu untuk anda, semestinya peringatan tentang murtad di kitab Ibrani juga untuk anda.

namun sayangnya…

Anda mencoba memakai ayat-ayat ini untuk bikin aturan seenak perut. Dengan modal klaim sebagai lembaga yang paling berwenang lalu berlagak kayak Tuhan bikin aturan sendiri, pakai alesan ‘masih banyak yang tidak tercatat di alkitab’.

Kalau anda mau ngikut tafsiran yang seperti itu ya silakan aja.

Yoh
16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Ini jelas berbicara tentang kebenaran setelah Yesus mati, bangkit dan naik ke surga. Yang mana tulisan-tulisan Paulus yang diilhami oleh ROh Kudus mengajarkan segala sesuatu tentang karya Kristus. Pada waktu Yesus mengatakan hal ini di Yoh 16, karya salib belum genap. Murid-murid tidak akan mampu mengerti.

Yoh
20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Memang tidak semua tanda yang dibuat Yesus tercatat di alkitab, tapi yang tercatat sudah cukup bagi kita untuk PERCAYA kepadaNya.

1Yoh. 5:13 These things I have written to you who believe in the name of the Son of God, that you may know that you have eternal life, and that you may [continue to] believe in the name of the Son of God.

Jadi jelas Yohanes menulis injil dan suratnya supaya kita TAHU bahwa kita punya hidup yang kekal. Kalau memang ada hal-hal yang lain yang perlu kita ketahui untuk hidup yang kekal, Yohanes tentu sudah menuliskannya. Jadi dengan kata lain alkitab itu sudah cukup.

Lho, kitab Ibrani itu ditujukan kepada orang Yahudi yang dulu di bawah perjanjian yang lama, tapi sekarang dipanggil untuk percaya pada perjanjian yang baru (better covenant).

Kalau kita, yang bukan orang Yahudi, tidak pernah berada di bawah perjanjian yang lama.

Gimana seh anda ini?

Jadi jelas Yohanes menulis injil dan suratnya supaya kita TAHU bahwa kita punya hidup yang kekal. Kalau memang ada hal-hal yang lain yang perlu kita ketahui untuk hidup yang kekal, Yohanes tentu sudah menuliskannya. Jadi dengan kata lain alkitab itu sudah cukup.

Kamu tiap minggu masih ke gereja mendengarkan kotbah pendeta, atau sudah cukup baca Alkitab saja?

Tentang yang hijau, yang seenak perut itu ialah @alrphtav.
Ayat sudah @Cinta Bhinneka kutip. Hendaknya, kalau ada yang ingin @alephtav komentari, silahkan. Bukan beromong kosong menuding @Cinta Bhinneka seenak perut.
Yang seenak perut ialah @alephtav yang memaksakan diri masuk forum diskusi, tetapi tidak menjawab hal yang ditanyakan. Hanya menuding tanpa alasan.

Tentang yang biru, bukan modal klaim. Itu sinambung sejak Yesus Kristus masih bersama para rasul-Nya. Yang modal klaim ya @alephtav sendiri. Klaim percaya Alkitab, tetapi dikutipkan ayat Alkitab malah menuding orang lain sebagai seenak perut.
@alephtav masih punya sisa logika normal di kepala, kan?

Kalau anda mau ngikut tafsiran yang seperti itu ya silakan aja.
Memang, sudah @Cinta Bhinneka laksanakan, sesuai keinginan Yesus agar pengikut-Nya menerima pengajaran dari rasul dan penerus rasul.
Yoh 16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. 16:13 [b]Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran[/b], Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Ini jelas berbicara tentang kebenaran setelah Yesus mati, bangkit dan naik ke surga. Yang mana tulisan-tulisan Paulus yang diilhami oleh ROH KUDUS mengajarkan segala sesuatu tentang karya Kristus. Pada waktu Yesus mengatakan hal ini di Yoh 16, karya salib belum genap. Murid-murid tidak akan mampu mengerti.

Bagaimana sih logikamu, @alephtav?
Justru karena Yoh 16:12 itulah maka Yesus memerlukan mengutus Roh Kebenaran yang disebut di Yoh 16:13. Artinya, hal-hal yang belum dikatakan oleh Yesus Kristus padahal seharusnya dikatakan, itu semua disampaikan oleh Roh Kebenaran yang diutus oleh Yesus Kristus.

Betapa baiknya kalau @alephtav mengartikan bahwa tulisan Paulus diilhami Roh Kudus. Namun, adakah @alephtav menemukan di Alkitab bahwa segala sesuatu yang harus dikatakan oleh Yesus Kristus adalah hanya yang tertulis di Alkitab? Sampai sejauh ini, belum @Cinta Bhinneka temukan ayat yang dapat diartikan bahwa segala sesuatu yang harus dikatakan Yesus Kristus hanya yang tercatat di Alkitab.

Yoh 20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, 20:31 [b]tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.[/b]
Yoh 20:31 itu menyatakan bahwa [u]semua yang tercantum telah dicatat, [b]supaya pengikut Kristus percaya bahwa Yesuslah Mesias[/b][/u], belum termasuk [b][u]agar pengikut Kristus menuruti segala yang diperintah oleh Yesus Kristus[/u][/b]. Agar para pengikut Kristus melakukan segala sesuatu yang diajarkan oleh Yesus Kristus, maka Yesus Kristus memberi kewenangan mengajar kepada para rasul. Bisa @alephtav tangkap bedanya? Kalau belum, silahkan ditanyakan.
Memang tidak semua tanda yang dibuat Yesus tercatat di alkitab, tapi yang tercatat sudah cukup bagi kita untuk PERCAYA kepadaNya.

1Yoh. 5:13 These things I have written to you who believe in the name of the Son of God, that you may know that you have eternal life, and that you may [continue to] believe in the name of the Son of God.

Jadi jelas Yohanes menulis injil dan suratnya supaya kita TAHU bahwa kita punya hidup yang kekal. Kalau memang ada hal-hal yang lain yang perlu kita ketahui untuk hidup yang kekal, Yohanes tentu sudah menuliskannya. Jadi dengan kata lain alkitab itu sudah cukup.

OMG. Cermati lagi ayat-ayat yang @alephtav kutip itu. @Cinta Bhinneka tidak menemukan di ayat-ayat itu pengertian yang menyatakan bahwa ayat-ayat Alkitab sudah menunjukkan apa saja yang harus dilakukan oleh para pengikut Kristus. Jika @alephtav menemukannya, tolong diberi tanda, untuk kita pahami bersama.

Sementara itu, Mat 28:20 menunjukkan bahwa Yesus Kristus memberi kewenangan mengajar kepada para rasul, agar para rasul mengajarkan apa saja yang harus dilakukan oleh para pengikut Kristus, ajaran mana telah disampaikan kepada para rasul dan penerusnya, yaitu yang sempat dikatakan selama Yesus Kristus melayani, dan juga yang belum sempat dikatakan (cermati Yoh 16:12), yang kemudian dikatakan kepada para penerus rasul melalui penyertaan Yesus sampai kepada akhir zaman.

Bisa ditangkap?

Salam logika macam-macam.

;D

kamu mengemukakan suatu pandangan, saya hanya menimpalinya
kalau kamu ga melihat Allah pilih kasih ya jelaskan dong, kalau ga bisa jelaskan ya udah

lagipula kepada kamu saya sudah cukup menjelaskan dan tak ada lagi yang saya perlu jelaskan lebih lanjut

saya hanya mau bilang kamu dari pernyataanmu ini :
umat PL tidak OSAS, umat PB dianugerahi OSAS
artinya Allah menurut tafsiranmu itu adalah Allah pilih kasih

setidaknya itulah pandangan saya
dan saya yakin ga saya sendiri di dunia ini yang mengganggap kamu begitu (apalagi dengan ga bisa menjelaskan lebih lanjut gitu)

itu saja yang saya mau katakan koq

;D

Saya punya pemahaman/logika sederhana tentang keselamatan. begini : Kalau seseorang pergi kesuatu kota dan sampai di kota itu ,maka dikatakan telah sampai dengan selamat, jika seorang menyeberangi sungai dan sampai ditepi sungai maka dikatakan selamat menyeberangi sungai ,begitu juga kita terbang dengan pesawat dan sampai dengan selamat di tujuannya, begitu juga pengikut Yesus Kristus dikatakan selamat kalau sudah sampai pada garis akhir dalam pertandingan setelah melewati berbagai pencobaan,pergumulan,ujian dalam perjalanannya dan layak mendapatkan mahkota yaitu anugerah keselamatan. Jadi kalau seseorang telah sampai dengan selamat ditujuannya, ya tidak mungkin menjadi tidak selamat(blum pernah selamat) ,maka kalau masih dalam perjalanan atau dalam proses mempertahankan iman percayanya belum bisa dikatakan telah selamat , wong blum sampai tujuan akhirnya…
begitu Bro @Cinta Bhinneka ,pemahaman saya yang sederhana tentang keselamatan.
makanya saya tulis :
Selamat atau tidak selamat tergantung pada ketaatan orang itu sampai pada akhir hidupnya.
Ibrani 6:4 1 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam ROH KUDUS dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi , tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum. :afro: :afro:Tuhan kiranya menerangi hati …

Pertama2 sorry sob, hari ini agak repot jadi baru bisa reply.

Argumentasi saya: kemungkinan orang yang disebut di Yoh 6:64 termasuk Yudas
Argumentasi anda: tidak mungkin Yudas termasuk, karena Yudas masih mengikuti Yesus, sama halnya Petrus, masih tetap mengikuti Yesus walaupun pernah menyangkal Yesus. Kalau Yudas termasuk, mengapa tidak sekalian Petrus.

Penjelasan tambahan saya:
Karena dalam kalimat selanjutnya ada tambahan, siapa yang akan menyerahkan Dia. Menurut saya, itu mengacu kepada Yudas, tapi Petrus tidak.

Lalu ada lagi ayat berikutnya:
Yoh 6:70 Jawab Yesus kepada mereka: "Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis.

Kembali ini mengacu kepada Yudas, sekali lagi Petrus tidak disebut.

Jadi, mungkinkah kalimat itu ditujukan kepada orang banyak + Yudas? menurut saya mungkin.

Menurut saya ada alasan kenapa Yudas sampai di sebut 2x dalam perikop tersebut.

Kalimat bold itu adalah “tafsiran/perkiraan” kita saja, karena Alkitab tidak mencatat dengan jelas. Menurut anda bisa jadi motivasinya seperti Petrus, menurut saya bisa jadi tidak. Tidak ada bukti akurat untuk 2 pernyataan kita tersebut bukan? kita hanya menduga2, bisa sama bisa juga tidak.

Tapi saya lebih percaya tidak sama karena outputnya berbeda.

Coba kita lihat ayat2 berikut:
Yoh 12:5 “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” 12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Jika dikatakan YI mengikuti YK dan berkorban dengan meninggalkan semua miliknya, namun masih mencuri, menurut saya sungguh layak dipertanyakan motivasi dia mengikuti YK. Benarkah dia tidak menguatamakan dirinya sendiri, meninggalkan semua miliknya dan mengikuti Yesus? Terus terang saya meragukan.

Bandingkan juga dengan ayat berikut:
KIS 5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah

Ini tipikal manusia yang mengikuti Tuhan, menjual hartanya, tapi hanya menahan sedikit saja sudah di tegur oleh Petrus, bahkan sampai mati, apakah menurut anda Yudas mencuri uang kas yang dipegangnya bukan pelanggaran berat?

Jadi apakah motivasi YI sama dengan SP? Sangat diragukan.

Lanjutan:

Dari yang di copas, saya melihat semua adalah “tafsiran” yang menurut saya sedikit spekulatif.

Contohnya ini:

Menurut saya, argumentasinya spekulatif dan debateble. Dia mengatakan “PERNAH”, kalau saya katakan “TIDAK PERNAH” mana yang benar? Mana buktinya kalau PERNAH, dan mana buktinya kalau TIDAK PERNAH, sama2 tidak bisa kita buktikan bukan? Itu hanya “tafsiran” kita yang coba di sesuaikan dengan kepentingan kita.

Jadi mari kita lihat ayat2 yang menjelaskan lebih spesifik.

Itu sebab saya mengatakan belum pernah membaca satu ayat yang spesifik seperti halnya Petrus yang disebut sebagai BATU KARANG, tidak ada satu pun ayat yang menjelaskan tentang Yudas secara spesifik seperti itu. Yang ada malah Yudas mencuri uang kas yang dipegangnya.

At the end, boleh saja anda tidak sepakat. Paling tidak saya sudah mengerti apa yang anda percaya, dan mudah2an anda juga mengerti posisi saya. Diskusi ini tidak harus memaksakan harus percaya ini atau itu, hanya perlu mengerti sudut pandang kita masing2.

Saya rasa begitu saja bro. GBU.

Sungguh picik,
Cuma bisa koar-koar, Allah pilih kasih. Sedangkan alkitab sangat jelas menyatakan perbedaan di PL dan PB.

Modal ngotot doang seperti biasa.

lha balik lagi ke alkitab
saya sudah jelaskan apa yang menurut alkitab versi saya

lalu emang tafsiranmu itu setara alkitab? yakin pasti benar? orang lain salah? penafsiran yang bikin Allah jadi pilih kasih harus kita percaya? ;D

kalau ga bisa menjelaskan teori sendiri jangan komentator yang disalahin ;D

@gandalf :

Yohanes 6:64 [b]LAI TB[/b], Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula , [b]siapa yang[/b] tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. kalian yang tidak percaya." (Sebenarnya Yesus sudah mengetahui sejak semula siapa yang tidak percaya, dan siapa yang akan mengkhianati-Nya).

MILT, Namun ada beberapa orang dari antara kamu yang tidak percaya." Sebab YESUS sudah mengetahui dari semula siapa orang-orang yang tidak percaya, dan siapa orang yang akan mengkhianati Dia.

KJV, But there are some of you that believe not. For Jesus knew from the beginning who they were that believed not, and who should betray him.

TR, αλλ εισιν εξ υμων τινες οι ου πιστευουσιν ηδει γαρ εξ αρχης ο ιησους τινες εισιν οι μη πιστευοντες και τις εστιν ο παραδωσων αυτον

Translit, all eisin (jamak) ex humôn tines hoi ou pisteuousin êdei gar ex arkhês ho iêsous tines eisin (jamak) hoi mê pisteuontes kai tis estin ho paradôsôn auton


Kesimpulan :

  1. YK tahu dari semula SIAPA-SIAPA yang TIDAK PERCAYA (jamak)
  2. YK tahu dari semula SIAPA-SIAPA yang PERCAYA (jamak)
  3. YK tahu dari semula SIAPA yang akan menyerahkan Dia (tunggal)
    4. YK tahu dari semula SIAPA-SIAPA yang tidak akan menyerahkan dia
Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, [b]SIAPA-SIAPA yang tidak percaya[/b] dan SIAPA yang akan menyerahkan Dia.

Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.”

Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu (kalian) tidak mau pergi juga?”

Simple aza Sob, menurut ente saat itu kenapa YI tidak mau pergi? Kalo IMO, karena YI PERCAYA.

PS: Sob, kalo mau nge-counter usahakan berdasarkan 2 perikop itu saja ya. Biar lebih kelihatan alur logikanya.

Setuju, yg akan menyerahkan dia tunggal, jadi itu pasti Yudas.

Yg jamak juga setuju.

Yg menjadi pertanyaan kan:
Apakah yg jamak tidak percaya itu Orang2 plus Yudas?

Menurut anda tidak mungkin karena Yudas tidak pergi?

Benarkah demikian? Kita hanya menduga2.

Saya katakan mungkin karena dalam perikop ini dan perikop setelah ini, Yesus 2x menyentil Yudas. Tafsiran saya, Yesus ingin mengingatkan Yudas.

Bisa saja tafsiran saya salah.

Baiklah

Ente sudah menjelaskan???

Menjelaskan apanya? Orang ente kerjanya cuma koar-koar ngotot doang kok…
Ente itu cuma ngotot keselamatan di PL dan PB harus sama. Ketika saya kasih liat ayat di Ibrani yang mengatakan PB adalah better covenant, serta berbagai perbandingannya, ente cuma bisa ngulang-ngulang “Allah pilih kasih” mlulu…

Sekarang malah pakai jurus basi, ngikut-ngikut si cadang “Emangnya tafsiran anda pasti benar”…Ini mah jurus orang kepepet, sebenernya sadar kalau dirinya salah, tapi kagak mau ngaku.

Hahahaha, bener-bener deh, ente ini Hen.

Menurut logikaku, apa yang @azer sampaikan itu cukup logis, bahwa @azer menilai keselamatan ditinjau dari hasil akhir. Bahwa mereka yang sampai ke tujuan, itulah yang selamat, dan mereka yang tidak sampai ke tujuan, tidak pernah selamat.

Jika kita kaitkan ke judul topik, menurut @Cinta Bhinneka, yang dipertanyakan bukan hasil akhir. Yang ingin diketahui ialah: Apakah Yudas Iskariot pernah selamat atau tidak. Bila Yudas Iskariot pernah selamat, sementara hasil akhirnya dia celaka, artinya Yudas Iskariot kehilangan keselamatan. Bila Yudas Iskariot tidak pernah selamat, sementara hasil akhirnya dia celaka, artinya, dia tidak kehilangan keselamatan sebab dia tidak pernah selamat. Maka dikajilah pengalaman hidup Yudas Iskariot selama hidupnya.

Bila ditinjau dari hasil akhir, berdasarkan pada Mat 26:24 dan Mar 14:21 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan, kelihatannya, para poster cenderung berpendapat bahwa Yudas Iskariot tidak selamat.

Para poster terbagi dua menilai ketidakselamatan Yudas Isakriot itu. Ada yang berpendapat (termasuk @azer) bahwa Yudas Iskariot tidak pernah selamat. @azer menyimpulkan seperti itu berdasarkan hasil akhir yang menyimpulkan bahwa Yudas Iskariot mendapat celaka. Dengan demikian, disimpulkan bahwa Yudas Iskariot tidak kehilangan keselamatan karena dia tidak pernah berada dalam kondisi selamat.

Sementara itu, pada kasus Yudas Iskariot ini, ada juga poster yang menilai keselamatan itu bukan dari hasil akhir saja (termasuk @Cinta Bhinneka), tetapi dari pengalaman hidup Yudas iskariot. Bahwa, meskipun Yudas Iskariot pada hasil akhirnya mendapat celaka, tetapi dia pernah berada pada kondisi selamat, yaitu ketika dia bersama Yesus Kristus.

Salam logika macam-macam.