Yudas Iskariot,Ponsius Pilatus, serdadi roma. mereka berdosa atau berjasa?

hi kawan.kita semua telah ditebus dosanya oleh Tuhan Yesus .melalui penyaliban.

penyaliban ini melalui berbagai proses.diawali dengan diburunya Yesus,sampai Yudas iskariot yang melaporkan keberadaannya. akhirnya dihakimi oleh pak ponsius pilatus meski diapun ga ketemu salahnya apa.

dalm perjalananya,banyak serdadu roma yang ikut menangkap ,dan menyertai proses penyaliban agar berjalan dengan sukses

pertanyaannya, proses penyaliban itu ,ad proses,da peran dari para orang2 yang menyalibkan Nya.apakah mereka boleh dikata juga terlibat dalam proses penebusan kita?

hal ini cukup menggoncang iman saya… saya berkali kali ingin tanyakan,tapi rasanya sungkan.saya takut disangka “blaspheme” ,saya ga tau bahasa indonesia yg bener gimana…
tapi semakin ga ditanya semakin ngga enak

kira kira,kalau ada pertanyaan semacam begini,bagaimana saya menanyakan,agar saya tidak dianggap 'blaspheme" itu tadi dan bisa dapat jawaban yang menenangkan hati saya?

Hei, masbro @cheese123! Sori ya ane agak OOT, abis penasaran sih sama keputusan ente tempo hari. Masih belum menentukan “kiblat” yg mau dipilih ya?

dari pada OOT, sepertinya ga cocok dibicarakan di sini… :happy0025:

Membaca topik diatas, " Mereka berdosa atau berjasa "?

Antara berdosa dan berjasa jangan dicampur adukan, tidak ada kaitannya.
Orang yang berjasa, belum tentu masuk sorga.

Contohnya:
Orang yang melayani dalam nama Yesus, mengusir setan, menyembuhkan, memberitakan Injil,
ternyata ditolak oleh Yesus.

Pertanyaannya:
Mengapa ? Mereka berjasa atau berdosa ?

Siapa yang bisa menjawab ???

ya bisa dibilang begitu mas…

misalnya:

pejuang indonesia berhasil menghalau invasi militer belanda tahun 1948, sehingga membuat bangsa Indonesia semakin bersatu padu untuk kemerdekaan indonesia…

nah… berarti kan BELANDA juga bisa dibilang BERJASA dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia…

coba kalo engga ada belanda…
siapa yg mau dihalau?
mau perang sama siapa?
terus merdeka dari penjajahan siapa?

nah kan…
ehehe…

pertanyaan ini muncul karena aku kok bingung.jarang ada orang dibabtis pake nama mereka,padahal di pikiranku,tanpa yudas dan pilatus,dosa kita tidak akan ditebus??

tapi kok aneh ya kayaknya :mad0261:

Pola pikir ini adalah pola pikir fatalistik, kalau kita tarik lebih jauh lagi tanpa hawa tidak ada dosa, atau tanpa IBLIS maka tidak akan ada penebusan dosa. Hati2 dengan berpikir seperti ini bro, tidak ada Kejahatan yang menghasilkan kebaikan. Mereka yg terlibat dalam konspirasi penyaliban Yesus bersalah dan berdosa.

kita tidak bisa berkata bahwa tanpa Yudas tidak ada keselamatan, karena Tuhan juga dapat menggunakan cara yang lain. Dalam artian, tanpa pengkhianatan Yudas, orang Farisi juga tetap dapat menangkap Yesus dan berusaha untuk membunuhnya, seperti yang diceritakan dalam beberapa kejadian di Injil (Yoh 5:18; Yoh 7:1).

Yesus secara jelas mengatakan, “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” (Mat 26:23-24). Dari pernyataan Yesus ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Yudas mengalami penderitaan di neraka, kecuali jika pada saat-saat akhir sebelum kematiannya, dia benar-benar bertobat dan menyesali semua dosanya. Namun Kitab Suci tidak menceritakan hal ini.

Mungkin jawaban yg cocok adalah :
.
Mereka2 itu adalah orang2 yg sukses dan berjasa besar dalam melakukan perbuatan2 dosa.
.
Gimana dik setuju ?

Bro, coba cek disalah satu situs Katolik berikut:

Katanya Beato John Paul II dan Paus Benediktus XVI malah menyebut Yudas Iskariot sebagai “Cosign” :slight_smile:

Salam damai,

Ini pertanyaan nya mirip dengan lagunya bang Chrisye “Surga dan Neraka”

Ref:
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkan kau bersujud kepada-Nya
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkah kau menyebut nama-Nya

Bisakah kita semua
Benar-benar sujud sepenuh hati
Kar`na sungguh memang Dia
Memang pantas disembah
Memang pantas dipuja

Kalau ga ada neraka, apa ya manusia cari surga?
Kalau tidak ada kematian, apa ya manusia cari hidup kekal?
Kalau tidak disalib, Tuhan Yesus apa ga jadi menebus dosa manusia?
Ntar ditanya apa neraka berjasa agar manusia takut akan Tuhan?

Tuhan Maha Tahu, menurut saya Tuhan sudah tahu mereka2 yang akan terlibat dalam penyaliban-Nya, termasuk jatuhnya Adam dan Hawa, termasuk air bah, termasuk kesesatan Sodom dan semua sesuai dengan rencana-Nya.

Ntar jangan dibilang rencana Tuhan jelek lho, manusia nya aja yang memilih menjadi pendosa karena Tuhan Maha Tahu

GBU

membaca ini ,saya teringat akan diskusi disini

pikrian saya masih berisi bingung soal yang begitu2… solusinya gimana…

dikasi jawaban… atau dilupakan…

kalau dikasi jawaban,jawabannya gimana,kalau dilupakan,car nya gimana…

soalnya kalau berkembang lama lama bikin jawaban sendiri akan semakin mengacaukan pikiran saya :frowning:
maaf kalau tulisan saya agk absurd,saya kok agak panik sekarng :’(

setahu saya sih engga ada larangan bro…

barangkali mau dicoba dimulai dari diri bro sendiri dulu / memberi nama baptis anak bro cheese?

then we shall see…
nanti kalo udah, cerita-cerita ke sini ya mas…

Di dalam Katolik kita mengenal IMAN, HARAPAN DAN KASIH!
Dosa yang dilakukan oleh Yudas membuka mata hati manusia akan suatu bahaya dosa keputusasa-an, yang adalah dosa yang tidak terampuni, karena yang bersangkutan menolak kemungkinan untuk diampuni. Dosa keputusasa-an (despair) adalah salah satu dosa yang melawan Roh Kudus, yang tidak dapat diampuni di kehidupan ini dan kehidupan mendatang (Lk 12:10)

Dosa pengkhianatan Yudas tidaklah sebesar dosanya untuk mengakhiri hidupnya. Andaikata Yudas bertobat dan kembali kepada Yesus, mungkin dia akan menjadi seorang rasul yang luar biasa, seperti Rasul Petrus yang bertobat dan menjadi Paus yang pertama. Jadi apakah Yudas berdosa? Ya, terutama karena dia mengakhiri hidupnya, dikarenakan keputusasaan. Dosa ini adalah dosa melawan 2 theological virtue atau kebajikan ilahi: pengharapan dan iman. Pengharapan dihilangkan oleh keputusasa-an, dengan cara melihat bahwa tidak ada harapan lagi untuk memperoleh surga. Iman dihilangkan oleh keputusasa-an karena melihat dosanya lebih besar dari kasih dan belas kasih Tuhan.

Lebih baik dengar langsung pendapay Yesus ketika berbicara tentang Yudas, Pilatus, Herodes, kayafas, Barabas, Simon dari Kirene, Petrus dan Maria Bunda-Nya

[quote author=CLAY link=topic=34694.msg412595#msg412595 date=1301643528]
[b]
[b]Refleksi YESUS mengenai misteri Sengsara-Nya
dan nilainya bagi Penebusan.

seperti didiktekan Tuhan YESUS dan Santa Perawan Maria kepada
Catalina (Katya) Rivas
stigmatis, visionaris[/b]
[/b]
YESUS DIBAWA KE HADAPAN KAYAFAS

Aku dibawa ke hadapan Kayafas, di mana Aku diterima dengan ejekan dan cemooh. Salah seorang prajuritnya meninju pipi-Ku. Itulah pukulan pertama yang Aku terima, dan di dalamnya Aku melihat dosa berat pertama dari banyak jiwa-jiwa yang, setelah hidup dalam rahmat, melakukan dosa pertama itu…. Begitu banyak dosa-dosa lainnya mengikuti dosa pertama itu, yang bertindak sebagai suatu contoh agar jiwa-jiwa lain juga melakukannya.

Para Rasul-Ku meninggalkan-Ku dan Petrus tinggal bersembunyi di balik pagar, di antara para pelayan, mengamat-amati, tergerak oleh rasa ingin tahu.

Yang ada bersama-Ku hanyalah orang-orang yang berusaha menghimpun kejahatan melawan Aku, dakwaan-dakwaan yang selanjutnya membangkitkan murka hakim-hakim yang demikian keji. Di sana Aku melihat wajah-wajah dari segala roh-roh jahat, dari segala malaikat-malaikat jahat. Mereka mendakwa-Ku karena mengacaukan ketertiban, karena menjadi seorang penghasut dan seorang nabi palsu, karena menghojat dan mencemarkan hari Sabat. Dan para prajurit, terbakar oleh segala fitnah itu, berteriak-teriak dan mengancam-Ku.

Lalu, keheningan-Ku berontak, menggetarkan sekujur Tubuh-Ku. Di manakah gerangan kalian, Rasul-rasul dan murid-murid yang selama ini menjadi saksi atas Hidup-Ku, ajaran-ajaran-Ku, dan mukjizat-mukjizat-Ku? Dari mereka semua kepada siapa Aku berharap mendapatkan bukti kasih, tiada seorang pun yang tinggal untuk membela-Ku. Aku sendirian dikelilingi oleh prajurit-prajurit yang hendak melahap-Ku habis bagai serigala-serigala.

Renungkanlah bagaimana mereka memperlakukan-Ku dengan keji: seorang melayangkan tinjunya ke wajah-Ku, yang lain menyemburkan ludahnya yang menjijikkan kepada-Ku, yang lain memelintir kepala-Ku guna memperolok-Ku; yang lain mencabuti janggut-Ku; yang lainnya memilin lengan-lengan-Ku di antara cengkeramannya; yang lain menendang kelamin-Ku dengan lututnya, dan ketika Aku terjatuh, dua dari antara mereka menarik-Ku bangun dengan menjambak rambut-Ku.

Entahlah bro, karena situs Katolik tersebut menyebutkan bahwa dua Paus menyebut Yudas “Cosign” dan bapa Gereja Perdana yang hidup sangat dekat dengan para Rasul yaitu Origen menyebutkan bahwa Yudas bunuh diri untuk mengikuti Tuhan Yesus kealam orang mati, supaya mendapat pengampunan disana, karena Tuhan ketika Jumat Agung, turun ke alam orang mati untuk menginjili disana.

Coba bro cek situs tersebut

[quote author=CLAY link=topic=34694.msg412595#msg412595 date=1301643528]

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTuWZOlGX-ckOeiYcSPBcg996zuJpqHnjKtReKV8FnFRmcJfY-w

YESUS DIBAWA LAGI KE HADAPAN PILATUS

Aku membiarkan mereka memperlakukan-Ku sebagai seorang gila dan mereka menyelubungkan sehelai jubah putih ke atas-Ku sebagai tanda olok-olok mempermainkan-Ku. Kemudian, di tengah teriakan amarah dan cemooh, mereka membawa-Ku lagi ke hadapan Pilatus.

Lihat, bagaimana orang yang sangat bingung dan kalut ini tidak tahu akan apa yang harus dilakukannya terhadap-Ku. Dan demi menenangkan amukan massa, ia memerintahkan agar Aku didera.

Diwakili oleh Pilatus, aku melihat jiwa-jiwa yang tidak memiliki keberanian dan keluhuran budi untuk melepaskan diri sekali saja, dari tuntutan-tuntutan dunia dan dari kodrat mereka sendiri. Bukannya menghindari bahaya dari apa yang dikatakan hati nurani mereka mengenai tidak menjadi bagian dari dunia dan dari kodrat, malahan akal budi mereka secara sadar mengatakan kepada mereka untuk menjauh dari roh yang baik. Lalu mereka menyerah pada dorongan hawa nafsu, menyenangkan diri dalam kenikmatan yang segera berlalu, dan takluk pada apa yang dituntut hasrat nafsu mereka. Dan demi menenangkan perasaan bersalah, mereka berkata kepada diri mereka sendiri: “Aku telah menjauhkan diriku dari ini atau itu, dan itu sudah cukup.”

Aku hanya akan mengatakan kepada jiwa ini: “Engkau mendera-Ku seperti Pilatus.” Engkau telah mengambil satu langkah, esok satu langkah lagi. Adakah engkau berencana untuk memuaskan hasratmu dengan cara ini? Tidak! Segera saja hasratmu akan menuntut terlebih banyak lagi.

Karena engkau tidak memiliki keberanian untuk memerangi kodratmu sendiri dalam perkara yang kecil ini, apalagi kelak dalam perkara yang lebih besar.

Lanjut bawah…